Melompat Saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Moms dan Janin dalam Kandungan?

Reporter : Mila Ismiranda
Senin, 8 November 2021 11:57
Melompat Saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Moms dan Janin dalam Kandungan?
Yuk Moms simak dulu.

Saat hamil, Moms masih diperbolehkan untuk berolahraga. Mengutip dari American Pregnancy Association (APA), olahraga selama kehamilan adalah aktivitas yang aman, terutama untuk Moms yang terbiasa aktif bergerak sebelum hamil.

Pada kehamilan normal dan sehat, olahraga tidak memicu keguguran. Lantas, bagaimana dengan melompat saat hamil?

Nah, daripada bertanya-tanya, simak penjelasannya di bawah ya!

1 dari 3 halaman

Aturan Melompat saat Hamil

Ilustrasi Hamil © Diadona

Melansir Tommy’s, pada trimester pertama kehamilan, Moms masih bisa melakukan olahraga yang biasa dilakukan sebelum hamil, termasuk melompat.

Di awal kehamilan, kantung ketuban mampu melindungi bayi dari benturan, getaran, atau lompatan ringan. Untuk waktu berolahraganya sendiri, Moms cukup melakukan olahraga sekitar 20-30 menit sehari.

Tapi, saat menginjak trimester kedua kehamilan, sebaiknya Moms mengganti olahraga high impact seperti lari dan lompat dengan olahraga ringan seperti berenang.

Menginjak trimester kedua, ukuran ibu hamil yang sudah semakin besar dan kuatnya tekanan saat melompat bisa membahayakan kondisi janin.

2 dari 3 halaman

Risiko Melompat saat Hamil

Ilustrasi Hamil © Diadona

Meski melompat saat hamil masih bisa Moms lakukan, gerakan ini tetap berisiko. Pasalnya, melompat bisa memberi tekanan berlebih pada tubuh lewat hentakan-hentakan.

Beberapa risiko melompat saat hamil, yaitu:

  • perdarahan pada vagina,
  • kelahiran prematur,
  • memicu kontraksi,
  • cedera pada ligamen dan sendi, dan
  • tekanan berlebih pada rahim ke serviks.

Saat Moms melompat, rahim akan menekan serviks setiap kaki menjejak tanah dan bisa memicu kontraksi.

Untuk lompatan ringan, tekanan dan pukulan pada serviks masih dalam batas aman. Tapi, kalau sudah lompatan tinggi, sebaiknya dihindari, ya.

Beri Komentar