Mengurangi Makan Daging Bisa Cegah Kanker, Mitos atau Fakta?

Reporter : Mila Ismiranda
Selasa, 15 Maret 2022 07:57
Mengurangi Makan Daging Bisa Cegah Kanker, Mitos atau Fakta?
Simak fakta selengkapnya yuk.

Salah satu penyakit yang dianggap paling berbahaya adalah kanker. Saat sel tumbuh tak terkontrol dan menjadi kanker di lokasi tubuh tertentu, ada berbagai kemungkinan kanker bisa metastasis (menyebar) dan membahayakan nyawa.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kanker. Dari sekian banyak, salah satunya adalah konsumsi daging. Jadi, benarkah mengurangi asupan daging bisa menurunkan risiko kanker?

1 dari 4 halaman

Penelitian Para Ahli

Ilustrasi Daging BabiIlustrasi Daging Babi © Freepik

Melansir jurnal BMC Medicine, para peneliti dari University of Oxford, Inggris, ingin meneliti bagaimana pola makan rendah daging bisa menurunkan risiko kanker, terutama kanker usus besar (kolorektal), kanker payudara pada perempuan pascamenopause, dan kanker prostat.

Untuk itu, penelitian ini merekrut 472.377 partisipan yang tak menderita kanker. Direkrut pada tahun 2006–2010 lewat platform UK Biobank, para partisipan yang berusia 40–70 tahun ini dibagi menjadi empat kelompok:

  • Konsumen daging tinggi (lebih dari 5 kali seminggu): 247.571 (52,4 persen).
  • Konsumen daging rendah (kurang dari 5 kali seminggu): 205.385 (43,5 persen).
  • Konsumen ikan atau pescatarian: 10.696 (2,3 persen).
  • Vegetarian dan vegan: 8.685 (1,8 persen).

2 dari 4 halaman

Hasil: Mengurangi Daging Bisa Menekan Risiko Kanker

Setelah dipantau selama 11,4 tahun, para peneliti Inggris mencatat bahwa 54.691 partisipan terkena kanker. Secara spesifik, sebanyak 5.882 partisipan terkena kanker kolorektal, sebanyak 9.501 partisipan terkena kanker prostat, dan 7.537 partisipan terkena kanker payudara pascamenopause.

Dengan kelompok konsumen daging sebagai pembanding, para peneliti memprakirakan risiko kanker pada tiga kelompok lain. Para peneliti Inggris menemukan bahwa risiko kanker berkurang pada:

  • Kelompok vegetarian dan vegan (14 persen lebih rendah).
  • Kelompok pescatarian (10 persen lebih rendah).
  • Kelompok konsumen daging rendah (2 persen lebih rendah).

3 dari 4 halaman

Faktor Berat Badan

Meski begitu, para peneliti Inggris mencatat beberapa kekurangan. Yaitu hasil ini sebenarnya tidak menjelaskan hubungan sebab akibat antara konsumsi daging dan kanker.

" Belum jelas apakah perbedaan lain pada semua kanker dan kanker prostat menunjukkan hubungan sebab-akibat, atau ada faktor lain, seperti perbedaan pada deteksi kanker," tulis para peneliti.

Salah satu faktor lainnya adalah indeks massa tubuh (BMI). Saat BMI diperhitungkan, angka pengurangan risiko kanker payudara pada kelompok vegetarian atau vegan jadi amat kecil. Tapi, makin besar BMI makin besar juga risiko kanker yang mengintai.

Para peneliti mencatat bahwa BMI bisa jadi faktor potensial kalau perbedaan BMI disebabkan oleh faktor lain di samping pola makan. Kemungkinan besar, mereka yang memiliki risiko kanker kecil di kelompok vegetarian atau vegan juga berolahraga rutin sehingga punya BMI terbaik.

4 dari 4 halaman

Jadi, mengurangi konsumsi daging merah dan menambah konsumsi sayur-mayur, buah-buahan, atau daging ikan bisa mengurangi risiko kanker.

Tidak hanya itu, perilaku hidup sehat seperti berolahraga rutin hingga beristirahat cukup bisa memelihara BMI yang ideal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Beri Komentar