Menambah Lapisan Masker dengan Tissu dan Minyak Kayu Putih, Perlu Nggak Sih?

Reporter : Mutia Wella Lukitasari
Rabu, 23 September 2020 08:25
Menambah Lapisan Masker dengan Tissu dan Minyak Kayu Putih, Perlu Nggak Sih?
benarkah tissu dan minyak kayu putih dapat membantu menghambat penularan virus?

Selama berlangsungnya pandemi Covid-19, masker merupakan hal utama dan enting untuk digunakan kemanapun kita pergi. Karena masker dapat mencegah adanya penularan.

Pakar kesehatan merekomendasikan pemakaian masker kain dengan tiga lapis intuk memberikan perlindungan hingga 90 persen dari adanya penularan virus. Namun banyak yang meyakini jika perlu adanya penambahan lapisan dengan menggunakan tisu. Perlu nggak sih?

1 dari 3 halaman

Ilustrasi TisuIlustrasi Tisu © liputan6.com

" Menurut studi ilmiah tidak perlu (pakai tisu). Prof. Wiku (Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19) menyarankan tiga lapis. Dengan kita menutup (pakai masker) dan mengurangi droplet yang keluar, harusnya penularan akan ditekan atau berkurang sampai 85 persen. Sudah banyak data ilmiahnya, bahkan penelitian bilang 90 persen. Sepenting itu memakai masker, asal memakainya benar dan masker yang dipilih benar," ujar Praktisi klinik sekaligus relawan COVID-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i dilansir dari Antara.

Dari bahan saja, katun cult sudah direkomendasikan karena memiliki kerapatan 180 benang perinci sehingga dapat menyaring partikel halus.

2 dari 3 halaman

Ilustrasi wanita memakai maskerIlustrasi wanita memakai masker © etonline.com

" Bahan yang bagus katun. Kalau katun bagus katun cult yaitu katun dengan kerapatan 180 benang per inci. Dilihat saja katunnya agak tebal. Selain itu, boleh masker sutra karena ada kemampuan untuk mencegah masuknya partikel-partikel halus. Katun dengan sifon juga bagus," kata Fajri.

Hal ini sesuai dengan studi yang ada dalam jurnal ACS Nano belum lama ini yang menunjukkan jika masker berbahan katun memiliki performa yang lebih baik karena memiliki kerapatan benang yang efisien untuk memfilter udara.

Masker hibrida seperti katun-sutra, kapas sifon dan kapas-flanel yang memiliki 80 persen hingga 90 persen.

3 dari 3 halaman

Lalu bagaimana dengan mengoleskan minak esensial seperti minyak kayu putih pada masker?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mendukung pernyataan tersebut. Namun khusus untuk masker N95 telah terbukti tak boleh sampai basah,

" Kalau masker N95 tidak boleh basah, harus diganti. Rusak pori-porinya soalnya," tambahnya.

Nah itu dia fakta mengenai menambahkan tisu pada masker hingga minyak kayu putih. Hingga kini memang terdapat banyak mitos bodong mengenai pencegahan penalaran Covid-19. Jadi jangan asal percaya dengan berita yang ada ya, selalu lakukan pengecekan ulang atas berita tersebut.

Beri Komentar