Benarkah Makan Pedas Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini hingga 25 Persen?

Reporter : Kurnia
Selasa, 13 Juli 2021 09:01
Benarkah Makan Pedas Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini hingga 25 Persen?
Ini kata para ahli yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika Serikat pada tahun 2020 lalu.

Apakah kamu pecinta kuliner pedas? Jika benar, kali ini ada sedikit kabar mengembirakan untuk kamu yang mencintai makan-makanan pedas.

Kok bisa? Tentu saja bisa.

Kabar mengembirakan ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 lalu di Amerika. Para peneliti yang tergabung mengatakan jika risiko kematian dini pada mereka yang mengonsumsi makanan pedas bisa turun loh.

1 dari 5 halaman

Penjelasan para ahli

Di dalam benakmu mungkin kamu berpikir, bagaimana makanan pedas bisa menurunkan risiko kematian dini?

Dijelaskan oleh para peneliti di Amerika Serikat yang mengatakan jika mengonsumsi cabai bisa hidup lebih lama dibandingkan dengan mereka yang tidak terlalu menyukai makanan pedas.

Secara lebih rinci, para peniliti yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika dalam paparan ilmiah mengatakan jika cabai dikaitkan dengan menurunkan risiko kematian akibat kanker sekitar 23 persen.

Cabai yang identik dengan pedas itu juga dikatikan dengan turunnya risiko kematian akibat kardiovaskular hingga 26 persen lebih sedikit. Lebih lanjut lagi, para peneliti mengungkapkan jika makanan pedas bisa mengurangi risiko kematian hingga 25 persen secara keseluruhan dari penyebab apa pun, dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi makanan pedas.

2 dari 5 halaman

Cabai dan manfaatnya

Ilustrasi Sambal BawangIlustrasi Sambal Bawang © Indoneo.com

Jika makanan pedas dinilai bisa menurunkan risiko kematian dini, apa sih manfaat cabai untuk kehidupan manusia?

Dilansir dari Delicious, penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh para peneliti itu menunjukkan jika cabai memiliki sifat anti-inflamasi dan kandungan antioksidan yang kuat karena capsaicin. Capsaicin merupakan senyawa kimia yang menciptakan sensasi terbakar secara khas.

Saat kamu menggigit cabai, ada sensasi panas yang khas di mulut? Benar? Itulah cara kerja capsaicin saat masuk ke mulut.

 

3 dari 5 halaman

Kata para peneliti

Ilustrasi GuruIlustrasi Guru © duq.edu

Para peneliti yang tergabung dalam penelitian bahkan cukup kaget dengan hasil penelitian mereka. Orang-orang yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika itu tidak menyangka jika mengonsumsi makanan pedas bisa memiliki manfaat yang luar biasa.

“ Kami terkejut menemukan bahwa dalam penelitian yang diterbitkan sebelumnya, konsumsi cabai secara teratur dikaitkan dengan pengurangan risiko secara keseluruhan dari semua penyebab, CVD, dan kematian akibat kanker. Ini menyoroti bahwa faktor makanan mungkin memainkan peran penting dalam kesehatan secara keseluruhan,” kata penulis senior Bo Xu, MD, seorang ahli jantung di Institut Jantung, Vaskular danThoracic Klinik Cleveland di Cleveland, Ohio.

4 dari 5 halaman

Waktu dan lokasi penelitian

Ilustrasi Makan CabeIlustrasi Makan Cabe © chilliville.com.au

Studi yang mengatakan tentang menurunnya risiko kematian akibat makanan pedas ini sebelumnya  dilakukan pada tahun 2020 dengan objek penelitian yang tidak sedikit. Studi tentang faktor dan risiko kematian dini manusia ini merupakan penelitian yang besar.

Penelitian besar tersebut didasarkan pada catatan kesehatan dan diet yang melibatkan lebih dari 570.000 orang loh Diazens.

Lokasi penelitian itu juga tidak hanya dilakukan di Amerika Serikat saja. Objek dari penelitian itu berbasis di beberapa negara yang berlokasi di seluruh Amerika Serikat, Italia, China, bahkan sampai Iran.

Jadi, bagaimana nih menurut kamu?

5 dari 5 halaman

Kesimpulan

Jangan buru-buru disimpulkan ya guys, pasalnya penelitian tersebut masih memiliki keterbatasan karena kurangnya informasi spesifik.

Para peneliti mengatakan jika mereka belum bisa menemukan informasi spesifik mengenai jenis cabai apa yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan risiko kematian karena jantung bahkan kanker.

Para peneliti yang tergabung dalam Asosiasi Jantung Amerika Serikat itu kesulitan untuk menarik kesimpulan tentang seberapa banyak, seberapa sering, dan jenis konsumsi cabai apa yang mungkin terkait. dengan makanan pedas dan manfaat kesehatan.

Beri Komentar