Sup Ini jadi Pahlawan dalam Menghentikan Perang, kok Bisa?

Reporter : Hevy Zil Umami
Selasa, 10 Maret 2020 18:00
Sup Ini jadi Pahlawan dalam Menghentikan Perang, kok Bisa?
Sup yang tak dinyana jadi pahlawan ini adalah sup susu dari Swiss.

Sejarah mencatat, pada tahun 1529 terjadi perang antara pihak Katolik melawan pihak Protestan. Singkat cerita, setelah sekian lama berperang, kedua kubu prajurit ini kelelahan dan kelaparan. Sementara prajurit Katolik hanya punya susu, dan prajurit Protestan hanya mempunyai roti.

1 dari 5 halaman

Ilustrasi Sup Susu © Diadona

Alhasil mereka saling berbagi dan menggabungkan kedua bahan itu di dalam satu wadah, dan menikmatinya bersama-sama. Dari situlah ide sup susu muncul, dan semua momentum itu diabadikan di Swiss, sup susu pun masih dijual di Swiss sampai sekarang.

2 dari 5 halaman

Ilustrasi Sup Susu © Diadona

Di Swiss sendiri, sup susu ini dikenal dengan nama Kappeler Milchsuppe. Robert Habegger adalah salah satu chef yang membuat sup ini, restorannya juga lama menjual dan menyajikan kappeler milchsuppe.

3 dari 5 halaman

Ilustrasi Sup Susu © Diadona

Robert memberikan sedikit modifikasi gaya modern pada sup susu ini, dengan tak hanya menggunakan susu sebagai bahannya, namun menambahkan mentega, bawang bombay, daun bawang, krim, kaldu sayuran, dan sedikit merica.

4 dari 5 halaman

Ilustrasi Sup Susu © Diadona

Menurut Robert, semua bahan tambahan ini membuat sup susu lebih lembut, mirip seperti fondue namun lebih bening.

5 dari 5 halaman

Ilustrasi Sup Susu © Diadona

Jadi mungkin nanti saat kamu marahan sama pasangan atau temanmu, cobalah untuk bertemu dengan mungkin kamu yang membawa susu, dan minta si dia untuk bawa roti, dan nikmati keduanya bersama, mungkin kalian akan langsung berbaikan, hahaha.

Beri Komentar