Tantangan Sebagai Orang Tua Dalam Membesarkan Anak Generasi Alpha

Reporter : Riza Umami
Sabtu, 9 Januari 2021 08:17
Tantangan Sebagai Orang Tua Dalam Membesarkan Anak Generasi Alpha
Apa saja ya Mom tantangannya?

Sudah pernah mendengar tentang generasi alpha Mom? Generasi alpha adalah anak-anak yang lahir mulai tahun 2010 sampai 2025. Penamaan dari generasi ini pun merujuk berdasarkan pada alfabet Yunani karena yang sebelumnya dinamakan dengan generasi Z.

Anak-anak yang merupakan generasi alpha ini kebanyakan mempunyai orang tua milenial termasuk Mom sendiri. Pasti cara membesarkan dan mendidik anak berbeda dengan cara yang digunakan oleh orang tua dulu kepada anak-anaknya, apalagi ilmu parenting sekarang sudah makin luas.

Ilustrasi anak dan gadget

1 dari 5 halaman

Anak generasi alpha hidup di zaman teknologi sudah maju seperti sekarang. Bahkan, walaupun mereka belum lahir dan masih ada di dalam kandungan, mereka sudah punya jejak digital yaitu ketika ibunya membagikan potret baby bump-nya.

Dilansir dari laman id.theasianparent.com, dalam acara The Power of Play in Alpha Generation, Binky Paramita, M.Psi dari Rumah Dandelion menjelaskan, " Dengan adanya teknologi kan sangat memudahkan, semua jadi cepat dan instan. Kondisi ini pun tentunya berbeda dari zaman kita kecil dulu" .

ilustrasi anak dan gadgetilustrasi anak dan gadget © 2019 https://www.diadona.id /refinery29.com

2 dari 5 halaman

" Sebagai contoh, dulu bila mau beli mainan, kita harus menunggu dulu untuk membelinya. Namun sekarang, orang-orang bisa membeli online dan dapat diantarkan kapan saja. Kondisi ini ternyata akan memberikan tantangan tersendiri ketika membesarkan anak generasi alpha" , tambahnya.

Salah satu tantangan ini yaitu tingkat resiliensi anak yang terpengaruhi oleh kondisi sekarang. Resiliensi ini yaitu kemampuan seorang anak dalam beradaptasi dengan lingkungannya dan bagaimana ia tetap teguh dalam keadaan yang sulit.

Ilustrasi anak dan gadgetIlustrasi anak dan gadget © ISTOCKPHOTO / todaysparent.com

3 dari 5 halaman

Bila anak sudah terbiasa begitu, maka ia akan lebih suka pergi dari sebuah masalah yang menghampirinya, bukan malah diatasi. Sebagai contoh, ketika anak sulit untuk beradaptasi di sekolahnya, ia dengan mudah akan minta pindah sekolah pada orang tuanya, padahal seharusnya dicari solusi dulu dan bagaimana caranya agar dia bisa beradaptasi di sana.

Tantangan yang berikutnya, anak jadi kurang melakukan interaksi sosial. Hal ini disebabkan karena sejumlah anak zaman sekarang ini lebih suka main HP-nya dibandingkan main permainan tradisional seperti rumah-rumahan atau petak umpet bersama teman-temannya.

4 dari 5 halaman

ilustrasi anak dan gadgetilustrasi anak dan gadget © freepik.com

Dunia anak pun akan terfokus pada HP itu, bahkan bukan tak mungkin anak jadi kecanduan gadget di usia yang masih kecil. Dia pun jadi kurang berinteraksi sosial dengan orang-orang yang ada di dekatnya dan juga teman sebayanya, anak-anak hanya akan sibuk dengan ponselnya sendiri-sendiri.

5 dari 5 halaman

Terakhir yaitu berkurangnya nilai dan norma sosial. Sejumlah anak-anak generasi alpha yang sulit untuk berinteraksi sosial, biasanya jadi maunya sendiri dan kurang mengetahui nilai dan norma apa saja yang selama ini ada dalam masyarakat. Mereka mungkin jadi agak kurang ajar dan tidak tahu sopan santun dalam bermasyarakat.

Selain beberapa hal di atas, mungkin ada tantangan lainnya yang akan dihadapi para orang tua yang mempunyai anak generasi alpha ini. Oleh sebab itu, Mom pun perlu terus belajar tentang ilmu parenting yang terus-menerus berkembang supaya tidak kewalahan dalam membesarkan anak generasi alpha.

Beri Komentar