10 Kata-kata Sungkem untuk Lebaran saat Minta Maaf dengan Orang Tua dan Saudara

Reporter : TIM MAGANG ASIK
Kamis, 4 April 2024 21:33
10 Kata-kata Sungkem untuk Lebaran saat Minta Maaf dengan Orang Tua dan Saudara
Sungkem merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa, khususnya saat Hari Raya Idul Fitri.

Lebaran merupakan momen yang penuh dengan kebahagiaan dan keramahan di mana kita saling bertemu dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Sungkeman adalah salah satu tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan idul fitri di Indonesia. Sungkeman merupakan momen yang penuh makna dimana kita berbagi kebahagiaan dan menyampaikan permohonan maaf serta doa-doa untuk kebaikan bersama.

Saat melakukan tradisi sungkem, kata-kata yang diucapkan juga memiliki peranan penting. Kata-kata yang disampaikan dengan tulus akan membuat momen sungkem semakin berkesan dan membawa kedekatan di antara kita. Berikut ini beberapa contoh kata-kata yang bisa kamu sampaikan saat sungkem lebaran:

 

1 dari 4 halaman

Kata-Kata Sungkem saat Lebaran© Freepik/simonsupriyadi

1. “ Kepareng matur dumateng Bapak/Ibu kulo ngaturaken sedoyo kalepatan kulo ingkang disejo lan mboten di sejo. Kulo nyuwun agunge pangapunten saking Bapak.Ibu lan kulo nyuwun donga pangestunipun saking Bapak/Ibu”

Artinya: Kepada bapak/ibu saya menyerahkan kesalahan saya yang disengaja maupun tidak di sengaja, saya minta maaf yang sebesar-besarnya, saya minta doa restu dari bapak/ibu

2. “ Kulo ngaturaken sembah ngabekti dhateng Bapak/Ibu, ugi nyuwun pangapunten ing sadeleme manah dumateng sedaya agengipun kalepatanipun tindak tanduk ingkang katingal menapa mboten katingal. Mugi-mugi Allah nglebur dosa kula lan panjenengan ing dinten riyadi meniko”

Artinya: Saya sampaikan rasa hormat kepada Bapak/Ibu juga meminta maaf dari lubuk hati terdalam atas semua kesalahan tindakan saya yang terlihat maupun tidak terlihat. Semoga Allah meleburkan/menghapuskan dosa saya dan Bapak/Ibu di hari raya ini

3. “ Kulo nyuwun agunging pangapunten sedanten kalepatan lahir dumugining batin mboten langkung ngaturaken sugeng riyadi. Mugi Gusti Allah ingkang Kuoso paring ridho lan rahmati-Pun dumateng kito sedoyo”

Artinya: Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan saya, baik lahir dan batin. Semoga Allah yang Maha Kuasa memberi ridho dan rahmat-Nya kepada kita semua.

4. “ lan tindak ingkang ndadosaken penggalihipun panjenengan ingkang langkung sepuh mboten sekeco, kulo aturi ngapunten agengipun dateng sedaya kalepatan menika wau”

Artinya: Saya yang anak muda jika banyak kesalahan di dalam saya berucap dan lakukan yang membuat Bapak/Ibu tidak berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya perbuat

5. “ Bapak/Ibu, ingkang sepindah kulo ngaturaken sugeng riyadi kagem bapak/Ibu. Kaping kalihipun, kulo nyuwun pangapunten dumateng sedoyo kalepatan ingkang kulo sengojo lan mboten disengojo

Artinya: Bapak/Ibu, pertama saya mengucapkan selamat idul fitri. Kedua, saya mohon maaf atas semua kesalahan yang saya perbuat, baik secara sengaja maupun tidak sengaja

 

2 dari 4 halaman

6. “ Dinten menika dinten bakdo riyadi, kula menawi gadah kalepatan ingkang disejo lan mboten disejo dhumateng Ibu lan Bapak, kula nyuwun agunging samudri pangaksami”

Artinya: Pada hari raya ini, jika saya ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja kepada Ibu dan Bapak, saya mohon maaf seluas-luasnya

7. “ Matur Bapak/Ibu, kulo wonten ing dinten riyadi menika, ingkang kaping sepisan ngaturaken sugeng riyadi lan ingkang kaping kalihipun kulo minangka lare temtu kemawon kathah lepatipun, kathah kirangipun. Amargi meniko kulo nyuwun agunging pangapunten lan ingkang pungkasan donga pangestu saking Bapak/Ibu sanget kulo antu-antu lan mugi-mugi Bapak/Ibu tansah pinaringan bagas waras, bagya mulya lan berkah yuswanipun. Aamiin”

Artinya: Kepada Bapak/Ibu, saya di hari raya ini, yang pertama mengucapkan selamat hari raya dan yang kedua saya sebagai anak pasti banyak salahnya, banyak kurangnya. Karena itu saya mohon maaf, dan yang terakhir doa restu dari Bapak/Ibu sangat saya nantikan dan semoga Bapak/Ibu selalu diberikan sehat, bahagia, dan berkah umurnya. Aamiin

8. “ Ibu/Bapak ingkang kula kurmati, kula ngaturaken sugeng riyadi lan nyuwun pangapunten dumateng sedaya kalepatan lan klenta klentinipun kula.”

Artinya: Ibu/Bapak yang saya hormati, saya ucapkan selamat hari raya dan mohon maaf atas segala dosa dan kesalahan yang saya lakukan

9. “ Dhateng Bapak/Ibu kula ngaturaken sugeng riyadi, kula nyuwun pangapunten saageng agengipun amargi kula dereng saged dados menapa ingkang Bapak/Ibu kersani, taksih ngribetaken Bapak/Ibu, taksih asring mbantah tembung-tembung Bapak/Ibu. Mugi-mugi dhateng ngajeng kula dados miyos engkang sae lan Bapak/Ibu tansah dipun paringi kesarasan lan kebahagiaan.”

Artinya: Kepada Bapak/Ibu, saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri. Saya meminta maaf sebesar besarnya karena belum bisa menjadi apa yang Bapak/Ibu inginkan, masih merepotkan Bapak/Ibu, masih suka membantah kata-kata Bapak/Ibu. Semoga kedepannya saya bisa menjadi lebih baik dan semoga bapak/ibu selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan.

10. “ Kulo ngaturaken sembah pangabekti, nyuwun pangapunten dumateng sedaya kalepatan kula. Mugi lineburo ing dinten riyaya punika.”

Artinya: Saya mengutarakan bakti saya dan meminta maaf atas semua kesalahan. Semoga dileburkan di hari raya ini




 

3 dari 4 halaman

Manfaat Sungkem, Khususnya Saat Hari Raya Idul Fitri

Kata-Kata Sungkem saat Lebaran© Freepik/h9images

1. Memperkuat hubungan keluarga

Sungkem merupakan momen untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada orang tua dan orang yang lebih tua. 

2. Memupuk rasa hormat

Sungkem mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang yang lebih tua. Gestur membungkuk dan mencium tangan orang tua merupakan simbolisasi dari rasa hormat dan kepatuhan. Hal ini dapat membantu anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih sopan dan santun.

3. Menjaga tradisi dan warisan budaya

Sungkem merupakan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Jawa. Melakukan sungkem saat Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu cara untuk menjaga tradisi dan warisan budaya tersebut. Hal ini dapat membantu melestarikan budaya Jawa agar tidak punah oleh zaman.

4. Membangun solidaritas sosial

Sungkem tidak hanya dilakukan oleh anak-anak kepada orang tua, tetapi juga dapat dilakukan oleh orang dewasa kepada orang yang lebih tua. Hal ini dapat membantu membangun solidaritas sosial dan mempererat rasa persaudaraan antar anggota masyarakat.

5. Mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan

Sungkem merupakan tradisi yang sederhana dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk menghargai nilai-nilai kesederhanaan dan tidak terobsesi dengan hal-hal yang bersifat materialistik.

6. Memohon maaf dan memaafkan

Sungkem seringkali dijadikan sebagai momen untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Hal ini dapat membantu menyelesaikan konflik dan perselisihan yang mungkin terjadi antar anggota keluarga.

7. Menciptakan suasana kebahagiaan

Sungkem dapat menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebahagiaan saat Hari Raya Idul Fitri. Momen ini dapat menjadi kenangan indah yang akan selalu diingat oleh anggota keluarga.

 

4 dari 4 halaman

Dengan kata-kata yang hangat dan tulus, momen sungkem di hari lebaran akan menjadi lebih berarti dan penuh dengan kebahagiaan serta kedamaian. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi untuk menyampaikan kata-kata yang tepat saat sungkem Lebaran kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang terkasih.

Editor: Najwa Al Rasyidaj

Beri Komentar