Nurdini Prihastiti, Founder Dama Kara, Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Di Sraya Nusa

Reporter : Kojiro Hyu
Sabtu, 12 September 2026 14:50
Nurdini Prihastiti, Founder Dama Kara, Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Di Sraya Nusa
Nurdini Prihastiti Berhalangan Hadir Dalam Acara Tersebut. Penghargaan Kemudian Diwakilkan Oleh Tiara Mawarni, Head Fashion Designer Dama Kara.

Nurdini Prihastiti, Founder Dama Kara, menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 dalam kategori Economic Empowerment for Social Enterprise Innovation. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Sraya Nusa The Opening Chapter yang digelar pada 11 hingga 13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan.

Nurdini Prihastiti berhalangan hadir dalam acara tersebut. Penghargaan kemudian diwakilkan oleh Tiara Mawarni, Head Fashion Designer Dama Kara.

Apresiasi ini diberikan atas upaya Nurdini melalui Dama Kara dalam mengembangkan bisnis yang tidak hanya bertumpu pada karya, tetapi juga membuka kesempatan bagi berbagai kelompok untuk ikut tumbuh. Melalui pendekatan tersebut, Dama Kara memadukan kekayaan wastra Indonesia dengan semangat pemberdayaan masyarakat.

Mengembangkan Bisnis Sekaligus Memberdayakan

Bagi Nurdini, pertumbuhan sebuah bisnis dapat memiliki makna yang lebih luas ketika diikuti dengan terciptanya kesempatan bagi orang lain. Prinsip tersebut diwujudkan Dama Kara dengan melibatkan pengrajin, penjahit rumahan, hingga komunitas penyandang disabilitas dalam proses berkarya.

Dama Kara di Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026

Salah satu bentuknya adalah ketika Dama Kara mengangkat karya gambar penyandang autisme menjadi motif dalam koleksinya. Tidak berhenti pada penggunaan karya, Dama Kara juga memberikan royalti sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka.

Langkah tersebut menunjukkan bagaimana industri kreatif dapat menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi.

Membawa Wastra Indonesia Lebih Jauh

Di sisi lain, Dama Kara terus membawa wastra Indonesia ke panggung internasional. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan peran Dama Kara Foundation yang berfokus memperluas akses dan kesempatan bagi komunitas rentan.

Melalui pendekatan tersebut, karya dan pemberdayaan berjalan dalam satu ekosistem. Wastra tidak hanya menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan peluang ekonomi bagi lebih banyak orang.

Semangat inilah yang menjadi bagian dari alasan Nurdini Prihastiti menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026. Perjalanannya melalui Dama Kara menunjukkan bahwa membangun usaha dapat berjalan beriringan dengan membangun kesempatan.

Pada akhirnya, sebuah bisnis tidak hanya dapat diukur dari seberapa besar ia tumbuh, tetapi juga dari seberapa banyak orang yang dapat tumbuh bersamanya.

Beri Komentar