Maria Darmaningsih Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026, Dedikasikan Tari Indonesia Untuk Generasi Mendatang

Reporter : Kojiro Hyu
Sabtu, 12 September 2026 15:46
Maria Darmaningsih Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026, Dedikasikan Tari Indonesia Untuk Generasi Mendatang
Tari Bukan Hanya Bagian Dari Warisan Budaya Yang Perlu Dijaga, Tetapi Juga Memiliki Manfaat Yang Dekat Dengan Kehidupan Sehari-hari.

Maria Darmaningsih, maestro tari Indonesia sekaligus Co-Founder Indonesian Dance Festival, menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 dalam kategori Culture & Heritage for Preserving Indonesia's Living Dance Heritage Through Visionary Leadership. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Sraya Nusa The Opening Chapter yang digelar pada 11 hingga 13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan.

Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi panjang Maria Darmaningsih dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni tari Indonesia sebagai warisan budaya yang terus hidup. Selama puluhan tahun, ia tidak hanya berkarya sebagai maestro dan pendidik, tetapi juga aktif menciptakan ruang bagi generasi baru untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni tari Indonesia.

Perjalanannya dalam dunia tari berlangsung melalui berbagai ruang, mulai dari dunia akademik, Ardhanari Studio, hingga Indonesian Dance Festival. Melalui peran tersebut, Maria turut membuka jalan bagi lahirnya generasi penari dan pelaku seni yang dapat membawa tari Indonesia berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Dedikasinya juga membawa seni tari Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional. Atas kontribusinya dalam bidang seni dan budaya, Maria Darmaningsih menerima penghargaan Chevalier des Arts et des Lettres dari Pemerintah Prancis, sebuah pengakuan atas kiprahnya dalam dunia kebudayaan.

Bagi Maria, menjaga warisan budaya bukan berarti membuatnya berhenti pada bentuk yang sama. Sebaliknya, tradisi perlu terus dipelajari, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya agar tetap memiliki relevansi.

“Penghargaan ini seperti memberikan ruang bagi perempuan untuk selalu berdaya dan memberikan aspirasi bagi sekitarnya. Penghargaan ini tentunya juga untuk kita semua,” ujar Maria Darmaningsih.

Ia juga menekankan pentingnya untuk terus belajar, termasuk dari generasi muda yang memiliki cara pandang dan pendekatan berbeda terhadap perkembangan zaman.

“Saya juga akan terus belajar seperti anak-anak muda sekarang. Memberikan influence yang baik. Memberikan pengetahuan tentang dunia tari, yang banyak sekali nilai-nilai budaya yang perlu dilestarikan dan dipilih yang sesuai dengan zaman sekarang, hari ini,” katanya.

Menurut Maria, tari bukan hanya bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga, tetapi juga memiliki manfaat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Aktivitas menari, menurutnya, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh sekaligus pikiran.

“Karena menari itu menyehatkan lho. Baik untuk tubuh secara fisik, bahkan sehat untuk pikiran juga,” ujarnya.

Melalui perjalanan panjangnya, Maria Darmaningsih menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika ada ruang untuk bergerak dan berkembang. Tari Indonesia tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi medium bagi generasi hari ini untuk mengenal identitas, mengekspresikan diri, sekaligus membawa nilai-nilai budaya menuju masa depan.

Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 menjadi bagian dari semangat Sraya Nusa dalam memberikan ruang bagi perempuan yang menghadirkan kontribusi di berbagai bidang. Melalui sosok seperti Maria Darmaningsih, seni dan budaya menjadi salah satu ruang penting untuk melihat bagaimana perempuan dapat menjaga warisan Indonesia sekaligus membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Beri Komentar