Fonna Melania, Founder Lokatmala, Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Di Sraya Nusa

Reporter : Kojiro Hyu
Sabtu, 12 September 2026 15:28
Fonna Melania, Founder Lokatmala, Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Di Sraya Nusa
Melalui Batik Lokatmala, Fonna Menunjukkan Bahwa Pelestarian Budaya Dapat Dilakukan Dengan Cara Yang Kreatif Dan Relevan.

Fonna Melania, desainer sekaligus Founder Batik Lokatmala, menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 dalam kategori Culture & Heritage for Preserving Regional Cultural Identity Through Batik. Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Sraya Nusa The Opening Chapter yang digelar pada 11 hingga 13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan.

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi Fonna dalam mengangkat kekayaan budaya Sukabumi melalui karya batik. Baginya, batik bukan sekadar kain dengan motif yang indah, tetapi juga medium untuk menyimpan cerita, mengenalkan identitas daerah, sekaligus menjaga jejak budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Mengangkat Kekayaan Sukabumi Lewat Motif Batik

Terinspirasi dari berbagai kekhasan daerah asalnya, Fonna menciptakan motif batik yang merepresentasikan kekayaan Sukabumi. Beberapa di antaranya mengambil inspirasi dari biji pala hingga bunga Wijaya Kusuma, yang kemudian diterjemahkan ke dalam karya dengan penggunaan pewarna alam dan filosofi yang melekat pada setiap motif.

Bagi Fonna, proses menciptakan batik tidak berhenti ketika sebuah motif selesai dibuat. Ia juga berupaya membagikan cerita di balik setiap motif kepada masyarakat luas agar batik dapat dipahami bukan hanya sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya.

Upaya tersebut telah menghasilkan 10 motif karya Fonna yang memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Motif-motif tersebut juga telah digunakan dalam berbagai kegiatan di Sukabumi, sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan karakter daerah melalui karya kreatif.

Batik sebagai Jembatan Sejarah dan Masa Depan

Fonna Melania - Lokatmala

Kiprah Batik Lokatmala juga membawa identitas Sukabumi ke ruang yang lebih luas. Karya Fonna bahkan telah diperkenalkan dalam Islamabad Art Festival di Pakistan, membawa cerita mengenai kekayaan budaya daerah ke panggung internasional.

Bagi Fonna, upaya tersebut menjadi bagian dari kegelisahannya melihat sejumlah objek kebudayaan di Sukabumi yang mulai terputus dari generasi ke generasi. Karena itu, ia memilih batik sebagai medium untuk menghidupkan kembali cerita-cerita tersebut.

“Terima kasih untuk Diadona.id atas penghargaan ini. Menjadi salah satu perempuan berpengaruh. Dari daerah asal saya, Sukabumi, banyak sekali objek-objek kebudayaan yang terputus. Sehingga saya berusaha mengangkatnya kembali di media batik,” ujar Fonna.

Ia berharap motif-motif yang diciptakannya dapat menjadi penghubung antara sejarah dan masa depan, sekaligus membuat kekayaan budaya Sukabumi tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

“Jadi saya harap motif-motif batik yang saya buat bisa menjadi jembatan sejarah untuk kemantapan masa depan. Terima kasih,” lanjutnya.

Melalui Batik Lokatmala, Fonna menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan relevan. Ketika identitas daerah diterjemahkan menjadi karya yang dapat dikenakan, dipelajari, dan diperkenalkan lebih luas, budaya tidak hanya disimpan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi terus memiliki ruang untuk hidup di masa kini dan masa depan.

Beri Komentar