3 Resep Nasi Jaha Khas Minahasa yang Wajib Dicoba
Resep Nasi Jaha | Foto: TheAsianparent
Reporter : Abidah Ardelia
Dengan bahan sederhana dan langkah yang mudah diikuti, kamu bisa menghadirkan cita rasa khas Sulawesi Utara langsung di dapurmu.
Kalau kamu pernah berkunjung ke Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, pasti sudah tidak asing lagi dengan nasi jaha.
Hidangan ini sekilas mirip lemang, tapi punya keunikan tersendiri karena aromanya berasal dari jahe yang dicampur dengan santan dan bumbu lain.
Biasanya, nasi jaha dimasak dalam bambu lalu dibakar, sehingga menghasilkan rasa gurih, harum, dan tekstur ketan yang pulen.
Nah, buat kamu yang kangen cita rasa khas Minahasa atau ingin mencoba masakan tradisional ini di rumah, ada beberapa versi resep nasi jaha yang bisa jadi inspirasi.
Mulai dari resep klasik, variasi dengan lauk ayam woku, sampai resep praktis tanpa bambu. Yuk, simak selengkapnya!
1. Resep Nasi Jaha
Versi pertama ini adalah resep dasar nasi jaha yang paling sederhana. Cocok buat kamu yang ingin merasakan rasa asli nasi jaha dengan aroma jahe dan santan yang berpadu sempurna.
Resep ini bisa menghasilkan nasi jaha untuk sekitar 15 orang, jadi pas banget kalau kamu mau masak buat acara keluarga besar.
Bahan-bahan
-
500 gram beras ketan
-
400 ml santan kental
-
5 lembar daun pandan
-
2 batang serai
-
75 gram jahe
-
4 lembar daun jeruk
-
7 siung bawang merah
-
1 sdm garam
-
Daun pisang secukupnya
Cara Membuat
-
Rendam beras ketan sekitar 1 jam, lalu cuci bersih dan tiriskan.
-
Blender santan bersama potongan serai dan daun pandan. Saring hingga halus.
-
Tambahkan ke dalam blender: bawang merah, jahe, irisan daun jeruk, lalu campur dengan santan tadi. Haluskan kembali.
-
Tuang bumbu ke wajan, masukkan beras ketan, tambahkan garam, lalu masak dengan api kecil sambil diaduk hingga santan terserap. Tutup sebentar, kemudian diamkan sekitar 10 menit.
-
Siapkan gulungan daun pisang, bentuk seperti lontong. Isi dengan beras ketan setengah matang, lalu rapatkan kedua ujungnya.
-
Kukus sekitar 1 jam sampai matang. Setelah itu, panggang sebentar di atas teflon dengan olesan minyak agar wangi bakarannya keluar.
-
Nasi jaha siap disajikan. Lebih nikmat kalau ditambahkan taburan abon ikan tuna.
2. Resep Nasi Jaha ft Ayam Woku
Hidangan Nasi Jaha khas Minahasa ft. Ayam Woku | Foto: Cookpad/@mayafitri
Kalau ingin lebih istimewa, kamu bisa mencoba versi nasi jaha yang disajikan bersama ayam woku.
Paduan nasi gurih dan lauk ayam berbumbu pedas-aromatik khas Manado ini dijamin bikin nambah porsi.
Resep ini cukup untuk 8 orang, cocok disajikan saat kumpul keluarga di hari raya atau acara spesial.
Bahan-bahan
Untuk Nasi Jaha:
-
1 liter beras ketan
-
1 butir kelapa parut
-
20 lembar daun pandan
-
1500 ml air
-
4 batang bambu muda
-
4 lembar daun pisang panjang
-
Garam secukupnya
Untuk bumbu halus nasi:
-
12–15 siung bawang merah
-
5 cm jahe
Untuk Ayam Woku:
-
½ ekor ayam
-
4 lembar daun jeruk, iris tipis
-
1 lembar daun kunyit, iris tipis
-
2 batang serai, iris tipis
-
1 lembar daun pandan, ikat simpul
-
1 buah tomat, potong-potong
-
2 batang daun bawang, potong
-
3 tangkai daun kemangi
Untuk bumbu halus ayam woku:
-
8 siung bawang merah
-
5 cabe keriting
-
10 cabe rawit merah
-
6 butir kemiri, sangrai
-
2 cm kunyit bakar
-
2 cm jahe bakar
-
Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat
-
Siapkan bambu yang sudah dicuci bersih, lalu lapisi bagian dalamnya dengan daun pisang.
-
Blender daun pandan dengan air, saring, lalu gunakan airnya untuk memeras kelapa hingga menjadi santan.
-
Campur beras ketan dengan santan dan bumbu halus. Aron sebentar hingga airnya hampir habis, lalu masukkan ke dalam bambu. Bakar selama ±2 jam sampai matang.
-
Untuk ayam woku: tumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun kunyit, daun pandan, dan serai hingga harum. Masukkan potongan ayam, aduk rata, tambahkan air, gula, dan garam. Masak hingga ayam matang.
-
Terakhir, tambahkan tomat, daun bawang, dan kemangi. Aduk sebentar, lalu angkat.
-
Sajikan nasi jaha hangat bersama ayam woku pedas-aromatik.
3. Resep Nasi Jaha Tanpa Bambu
Hidangan Nasi Jaha Khas Minahasa Tanpa Bambu | Foto: Cookpad/@niken_in
Buat yang tinggal jauh dari kampung halaman atau kesulitan mencari bambu, tenang saja. Ada cara praktis membuat nasi jaha dengan menggunakan loyang, rasanya tetap gurih dan khas.
Resep versi simpel ini pas untuk 6 orang, jadi cocok untuk makan bersama keluarga kecil di rumah.
Bahan-bahan
Untuk Nasi Jaha:
-
300 gram beras ketan
-
½ butir kelapa parut
-
8 lembar daun pandan, blender kasar
-
500 ml air
-
2 cm jahe
-
5 butir bawang merah
-
1 sdt garam
Untuk Ayam Woku:
-
250 gram ayam
-
1 batang serai
-
2 lembar daun jeruk
-
½ lembar daun pandan
-
½ lembar daun kunyit
-
1 buah tomat
-
1 batang daun bawang
-
3 tangkai daun kemangi
-
Garam & gula secukupnya
Untuk Cakalang Pampis:
-
500 gram ikan cakalang
-
3 lembar daun jeruk
-
½ lembar daun kunyit
-
½ lembar daun pandan
-
1 batang daun bawang
-
Daun kemangi secukupnya
-
Garam & gula secukupnya
Bumbu halus ayam dan pampis bisa disesuaikan dari cabai, bawang merah, kemiri sangrai, kunyit, jahe, serta serai.
Cara Membuat
-
Peras kelapa parut dengan air pandan hingga keluar santannya.
-
Campur beras ketan, santan, dan bumbu halus. Masak sebentar sampai air hampir habis.
-
Pindahkan ke loyang yang sudah dialasi daun pisang, padatkan, tutup dengan daun, lalu panggang 15–20 menit.
-
Untuk ayam woku: tumis bumbu halus dengan daun-daunan, masukkan ayam, beri air, garam, dan gula. Masak sampai matang, tambahkan tomat, daun bawang, dan kemangi.
-
Untuk cakalang pampis: kukus ikan, suwir-suwir dagingnya, lalu tumis bersama bumbu halus dan daun aromatik hingga meresap.
-
Sajikan nasi jaha loyang ini dengan ayam woku dan pampis cakalang.
Itulah tiga versi resep nasi jaha khas Minahasa yang bisa kamu coba di rumah. Mau yang autentik dengan bambu, ditemani ayam woku, atau versi praktis tanpa bambu, semuanya punya kelezatan tersendiri.
Jadi, kalau kamu kangen suasana kampung halaman atau sekadar ingin coba masakan khas Sulawesi Utara, langsung saja eksekusi salah satu resep di atas. Selamat mencoba dan semoga dapurmu harum dengan wangi nasi jaha!