© Globalcastaway.com
Penyebaran virus corona COVID-19 memang berdampak kepada berbagai sektor. Salah satunya di sektor pariwisata. Thailand yang saat ini lockdown juga ikut merasakan dampak yang masif ini. Keputusan Thailand menutup akses bagi turis berdampak pada banyaknya perawat gajah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan untuk ribuan gajah di negeri Gajah Putih ini.
Dilansir dari berbagai sumber, ahli konservasi menyebut bahwa Gajah bisa makan hingga 200 kilogram makanan per harinya. Lalu bagaimana Thailand menghadapi ini?
Gajah Thailand © nytimes.com
Alternatif yang mungkin akan dilakukan adalah menjual sejumlah gajah ke kebun binatang. Para pengelola konservasi mengaku menghadapi tantangan yang berat kali ini. Selain kekurangan dana akibat tidak adanya pemasukan wisata, musim kemarau yang dihadapi saat ini membuat situasi makin sulit.
Pengelola Kindred Spirit Elephant Sanctuary di Mae Chaem Thailand, Kerri McCrea mengatakan warga desa di sekitar telah membawa kembali sekitar 70 gajah mereka karena tidak adanya pemasukan dari pariwisata.
Gajah Thailand © globalcastaway.com
McCrea menambahkan, gajah akan depresi ketika mereka lapar. Skenario terburuk adalah para pemilik gajah harus memilih menyelamatkan diri mereka sendiri atau gajah mereka.
Kasihan ya para gajah. Semoga pandemi ini segera berakhir.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda
Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect

AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
