Mengenal Sungai Aare, Wisata Cantik di Swiss Namun Memiliki Arus yang Berbahaya

Reporter : Bagus Prakoso
Jumat, 27 Mei 2022 11:43
Mengenal Sungai Aare, Wisata Cantik di Swiss Namun Memiliki Arus yang Berbahaya
Fakta Sungai Aare, indah namun berbahaya.

Nama Sungai Aare mendadak jadi pembicaraan setelah anak dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dikabarkan hilang terbawa arus di sungai yang ada di Swiss tersebut.

Meskipun begitu, Sungai Aare ternyata menjadi salah satu primadona yang ada di Swiss. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah keindahan tempat ini. Seperti apa sih keindahan Sungai Aare?

1 dari 4 halaman

Sungai Aare

Sungai AareSungai Aare © best-swiss-rivers-scaled

Sungai Aare mengalir di sekitar tiga sisi kota Bern, tepatnya di kota Bern, Solothurn, aarau, Olten, Waldshut-Tiengen.

Sungai Aare naik di Gletser Aare di Pegunungan Alpen Bernese di Bern, di bawah Finsteraarhorn dan sebelah barat Grimesel Pass, di bagian selatan-tengan Swiss.

Sungai Aare mengalir ke utara melewati Meiringen, memotong Ngarai Aare sehingga membuat keindahannya kian terpancar. Setelah berbelok ke barat, sungai ini meluas ke Danau Brienz glasial.

Sungai ini membentang hingga 288 kilometer dan menjadikannya sungai terpanjang di Swiss. Selain jadi yang terpanjang, Sungai Aare memiliki kualitas air yang baik.

Tak hanya itu, Sungai Aare juga menjadi habitat bagi banyak ikan. Ada ikan tenggeran, ikan tombak dan ikan mas.

2 dari 4 halaman

Hal yang Bisa Dilakukan di Sungai Aare

Sungai AareSungai Aare © bern.com

Suhu sungai Aare termasuk hangat sehingga cukup nyaman untuk dibuat berenang. Suhunya sekitar 20 derajat - 23,5 derajac celcius.

Selain itu, sungai Aare juga bisa dibuat untuk arung jeram. Bahkan sungai ini menjadi saksi bisu rekor dunia arung jeram pada 2012 lalu. Saat itu, ada 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai Aare dengan perahu karet dari Kiesen ke Eicholz.

3 dari 4 halaman

Tempat Dihelatnya Festival-Festival Kebudayaan Lokal

Sungai AareSungai Aare © bern.com

Melansir dari berbagai sumber, sejak 2017 lalu, Sungai Aare telah masuk ke dalam daftar warisan budaya UNESCO. Kantor kebudayaan Federal Swiss memutuskan kegiatan apa saja di Sungai Aare menjadi bagian dari tradisi yang harus dilanjutkan.

Tempat ini juga menjadi tempat dilakukannya Budaya Lokal Zibeleschwumme atau Renang Bawang. Ajang ini dihelat setiap pekan keempat bulan November. Sekitar 100 perenang berpakaian warna-warni berenang sejauh 350 meter. Setelah itu dilanjutkan dengan karnaval musik Guggen, sambil menikmati teh panas dan sup.

4 dari 4 halaman

Punya Arus yang Berbahaya

Sayangnya, Sungai Aare ini tak seaman yang dilihat. pada 2019 lalu, seorang warga mengunggah peringatan di komunitas Rick Steves terkait bahayanya Sungai Aare.

" Pekan lalu seorang gadis berusia 16 tahun, yang merupakan perenang yang sangat kuat, tenggelam. Ada pusaran, terutama di sekitar pemecah gelombang dan jembatan, yang hanya akan menarik Anda ke bawah. Sangat indah untuk berjalan bersama, tetapi tidak begitu baik untuk berenang sekarang. Terima kasih!," kata Rick Steves.

Selain itu, pada 2021, pemerintah Swiss juga memperingatkan terkait bahayanya berenang secara liar di sungai Aare.

" Berenang liar tidak diizinkan di banyak sungai karena kualitas air yang buruk dan karena akan sulit bagi pihak berwenang untuk memastikan keselamatan perenang," ujarnya di situs resmi Kementerian Luar Negeri Swiss.

Dia juga mengatakan bahwa kecelakaan di Sungai Aare kerap terjadi bagi orang-orang yang tak berpengalaman, seperti turis atau orang yang hanya melintas dan tiba-tiba berpikir untuk berenang di sana.

 

Beri Komentar