Keji! Wanita yang Ingin Menikah Harus Diarak dan Dipukuli di Negara Ini, Padahal Bukan Maling

Reporter : Bagus Prakoso
Rabu, 8 April 2020 08:42
Keji! Wanita yang Ingin Menikah Harus Diarak dan Dipukuli di Negara Ini, Padahal Bukan Maling
Para wanita bahkan dipukuli hingga pingsan

Umumnya, pernikahan adalah hal yang paling ditunggu oleh wanita. Bahkan pernikahan merupakan hal yang membahagiakan bagi kaum wanita. Namun, berbeda dengan suku Uaupes di Brasil. Di Brasil ini, ada tradisi yang cukup mengerikan untuk wanita yang dianggap layak menikah. Para wanita suku Uaupes harus rela dipukuli dan diarak keliling kampung. Kok jadi mirip maling gini?

1 dari 2 halaman

Tradisi Menses

Dilansir dari scoopwhoop.com, tradisi ini dinamai dengan tradisi Menses. Para Wanita suku Uaupes harus dipukuli dan diarak hingga pingsan. Jika wanita itu bangun dan tetap sadar, maka ia dianggap feminim. Dengan begitu, mereka dianggap sudah layak dan siap untuk menikah.

Kejamnya lagi, mereka diarak keliling kampung tanpa selembar benang sedikitpun alias telanjang. Ini menjadi tradisi pubertas paling mengerikan di dunia. Selain diarak telanjang, kadang para wanita yang akan dinikahkan akan dipakaikan baju adat yang menutupi beberapa anggota tubuh saja.

 

2 dari 2 halaman

Suku ini juga melakukan beberapa upacara pubertas yang sangat kejam, yakni setelah menstruasi pertama, wanita akan diasingkan selama beberapa bulan keluar desa. Setelah dianggap sudah waktunya menikah, mereka akan menjalani trasisi Menses ini.

Mengerikan, ya. Bersyukur kita hidup di Indonesia dengan beragam budaya namun tetap sesuai norma kemanusiaan.

Beri Komentar