© Unsplash.com/Ben Lowe
Pandemi Virus Corona memang berdampak kepada tempat-tempat wisata yang ada di dunia. Untuk memutus rantai penyebaran virus, beberapa tempat wisata harus tutup untuk sementara waktu.
Namun dengan berbagai macam prosedur kesehatan yang sudah diterapkan di berbagai tempat, beberapa tempat wisata mulai dibuka. Salah satunya adalah Wisata Gunung Everest. Aktivitas pendakian di gunung everest dibuka pertama kalinya sejak Maret 2020.
Gunung Everest © unsplash.com/Ted Bryan Yu
Dikutip dari liputan 6 yang melansir dari Times of India, pembatasan diberlakukan meskipun sudah memulai kembali pendakian gunung. Untuk saat ini, hanya pendaki yang memiliki izin sebelumhya yang diizinkan untuk masuk.
Wisatawan harus memiliki visa terlebih dahulu dan juga surat uji PCR COVID-19 negatif yang diambil dalam waktu 72 jam. Selain itu, wisatawan juga harus sudah memesan hotel yang memenuhi kriteria sebagai tempat karantina tujuh hari.
Jika memang kamu berencana pergi ke Nepal untuk mendaki ke puncak Everest, kamu memerlukan asuransi senilai 5000 dolar AS atau sekitar Rp 71 juta.
Bersama dengan pendaki gunung dan treker, pembantu, pemandu, kuli angkut, juru masak, dan siapapun yang menemani harus mengikuti tes COVID-19. Selain itu, mereka juga harus membawa bukti tak pernah berada di daerah infeksi dalam dua minggu terakhir.
Bagaimana? Tertarik untuk mendaki gunung Everest kembali?
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet