Ternyata Anak Tunggal Lebih Gampang Selingkuhi Pasangannya!

Reporter : Novi Hardita Larasati
Jumat, 13 Maret 2020 17:00
Ternyata Anak Tunggal Lebih Gampang Selingkuhi Pasangannya!
Yang anak tunggal angkat tangan..

Sebagai anak tentunya ingin mendapatkan kebahagian yang dirasakan saat bermain dengan orangtua dan saudara-saudaranya. Tapi, bagaimana kalau kamu menjadi anak tunggal?

Tentunya kamu akan merasakan kesepian di hari-hari yang menjenuhkan. Karena, biasanya kalau lagi jenuh, pasti kita akan curhat kepada kakak ataupun adik tentang masalah percintaan maupaun pertemanan.

Namun, ternyata ada satu lagi kekurangan yang mungkin melibatkan anak tunggal, yaitu kecenderungan selingkuh! Kok bisa?

1 dari 2 halaman

Ilustrasi SelingkuhIlustrasi Selingkuh © psypost.org

Sebuah data analisis yang dilakukan website kencan online dari Illicit Encounters, menemukan bahwa mayoritas pengguna yang telah menikah dan berniat selingkuh adalah anak tunggal!

Sebanyak 34 persen survei menunjukkan bahwa anak tunggal lebih berpotensi selingkuh dibanding anak pertama yang hanya 28 persen dan anak terakhir yang hanya 23 persen.

Meski memang seringkali menjadi anak yang 'terpinggirkan dan tak dianggap', justru dialah yang paling setia, karena anak tengah menduduki peringkat paling jarang selingkuh, yaitu sebesar 15% saja.

2 dari 2 halaman

Alasan utama anak tunggal lebih cenderung jadi peselingkuh adalah mereka haus perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa keegoisan, sikap ingin menang sendiri, dan sikap selalu mencari perhatian melekat pada anak tunggal.

Ilustrasi SelingkuhIlustrasi Selingkuh © pinterest.com/Healthy Relationships

Juru bicara penelitian Christian Grant, pun juga mengatakan, bahwa sudah umum anak tunggal lebih sering merasa kesepian di masa kecilnya, dan perasaan inilah yang menghantuinya ketika dewasa saat menjalin hubungan.

Ketika ia dihadapkan pada hubungan jarak jauh atau tidak, mereka akan merasakan tidak mendapatkan perhatian seperti yang ia harapkan, dan ia akan berpikir untuk mencari perhatian dari orang lain.

Sebagai anak tunggal, bagaiamana pendapatmu mengenai penelitian ini?

Beri Komentar