© Shutterstock.com/zEdward_Indy
Dalam mencoba menjalin sebuah hubungan, sering kali kita menemukan ketidakcocokan atau kurang sreg dengan orang yang kita dekati. Dalam menanggapi hal ini, beberapa dari kalian mungkin akan mengambil langkah ghosting biar lebih cepat dalam mengakhirinya dan tidak ribet.
Ghosting memang dikenal sebagai perilaku yang kuranhg beretika. Karena tanpa memberikan alasan yang jelas, ghosting membuatmua dapat pergi begitu saja dari orang tersebut. Tentunya orang tersebut akan galau dan bertanya-tanya kenapa kamu mesti pergi.
Tapi, walaupun kurang beretika, ada beberapa kondisi yang memperbolehkan perilaku ghosting.Dikutip dari Womantalk, berikut ini adalah enam alasan yang memperbolehkanmu melakukan ghosting kepada si dia.
Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, identitias atau apa yang seseorang lakukan dapat dengan mudah kita ketahui. Maka dari itu, kamu tentunya akan lebih mudah mendeteksi kebohongan dari seseorang yang sedang mendekatimu.
Entah dia sudah memiliki pasangan lain ataupun berbohong tentang hal yang menurutmu penting, orang tersebut tentunya patut untuk di-ghosting.
Ilustrasi Pasangan © 2019 https://www.diadona.id/@rapidleaks
Kondisi berikutnya yang memperbolehkanmu melakukan ghosting ketika tidak pernah bertemu dengan si dia. Ketika kamu tidak menemukan kecocokan dengan si dia, maka pergi dan menghilang darinya merupakan pilihan tepat.
Tapi, bisa saja kamu gak bakal tega untuk meninggalkannya karena berkomunikasi dengannya sudah sangat intens dan cukup lama.
Ketika melakukan kencan pertama, mungkin banyak dari kalian yang berekspektsi sebelum bertemu dengannya. Namun, ketika kencan pertama tidak sesuai ekspektasi, maka kamu auto kecewa.
Entah itu karena ia bohong tentang foto di profilnya, sikapnya yang membuatmu tidak nyaman, ataupun sampai melakukan perbuatn buruk terhadapmu. Kalau sudah bertemu dengan orang kayak gini, maka ghosting menjadi jalan satu-satunya.
Ilustrasi Pasangan Berdebat © freepik.com/drobotdean
Kamu pastinya memiliki batasan ketika didekati oleh seseorang. Entah itu kehidupan pribadi atau hal yang sedang kamu kerjakan.
Ketika si dia mulai melewati batas tersebut dan membuatmu tidak nyaman, maka ghosting merupakan langkah yang tepat. Tidak harus privasi, jika dia sudah melakukan pelecehan ataupun berkata kasar lewat chat, maka ghosting jadi pilihan yang bijak.
Walaupun alasan satu ini tidak bisa dikatakan logis, namun kita memang sering kali memberikan firasat kepada seseorang. Daripada kamu memaksakan kehendak tapi firasatmu berkata lain, lebik baik kamu mengambil langkah ghosting.
Ilustrasi Pasangan Sibuk Sendiri © shutterstock.com/g/4774344sean
Kamu boleh saja melakukan ghosting jika memiliki prioritas lain yang perlu didahulukan. Entah itu masalah pekerjaan, keluarga, atrau sudah memiliki seseorang yang menurutmu lebih baik darinya.
Tentu saja semua orang akan mudah berpaling ketika di depan mata ada pilihan yang lebih bagus.
Sebelum kamu melakukan ghosting, ada baiknya kamu tidak memberikan harapan apapun kepada si dia. Karena jika nantinya kamu ghosting, si dia tidak sakit-sakit amat.
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda
Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet


Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral