Kaenzan Lanzhou Lamian, Salah Satu Restoran Ramen Halal di Jepang

Reporter : Magang Asik
Sabtu, 11 September 2021 20:00
Kaenzan Lanzhou Lamian, Salah Satu Restoran Ramen Halal di Jepang
Menjadi salah satu restoran halal terkenal di Jepang

Bagi kalian yang suka traveling ke luar negeri, biasanya pertimbangan apa saja sih yang perlu kalian perhitungkan saat akan menuju ke suatu negara? Mungkin bagi kebanyakan Diazens yang muslim, makanan menjadi salah satu pertimbangan ketika akan melakukan perjalanan ke negara yang memiliki jumlah penduduk muslim yang rendah.

Biasanya, kita akan sulit menemui makanan halal dan perlu lebih berhati-hati serta cermat dalam membeli makanan. Bagi kalian yang memiliki rencana untuk berkunjung ke negeri sakura, Jepang, jangan khawatir! Ternyata ada beberapa restoran di Jepang yang menjual makanan halal, nih. Salah satunya adalah restoran ramen yang berada Tokyo, Seperti apa sih keunikan dari restoran ini? Yuk kita bahas!

1 dari 4 halaman

Restoran Ramen Halal

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © instagram/ ahmed.smartyy

Kaenzan Lanzhou Lamian merupakan salah satu restoran ramen halal di Tokyo. Ramen yang disajikan di sini merupakan sajian mie yang berasal dai kota Lanzhou, salah satu kota di Tiongkok yang terkenal sebagai rumah bagi penduduk muslim minoritas. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak mengandung babi, loh. Kuah dari ramen ini tercipta dari perpaduan kaldu sapi atau kaldu domba dengan berbagai rempah-rempah yang menciptakan kuah yang kaya rasa.

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © instagram/ sapto.muharto

2 dari 4 halaman

Cita Rasa Ramen

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © instagram/ sapto.muharto

Mie yang dimasak dengan kuah rempah menjadikan ramen ini sangat istimewa karena membawa kita masuk ke dalam suasana oriental. Kuah yang segar dan memiliki rasa yang sedikit pedas akan memanjakan lidah kalian. Selain menyajikan menu ramen berkuah, ada juga ramen goreng dan juga sate daging. Uniknya, di kedai ini kita bisa memilih jenis ketebalan mie yang kita inginkan, mulai dari mie yang tipis, mie pipih, hingga mie yang berbentuk segitiga. Untuk tingkat kepedasan, kalian bisa melihat gambar cabai yang ada di samping menu yang akan kalian pilih. Semakin banyak gambar cabai, berarti ramen tersebut semakin pedas. Kalian juga wajib mencoba sate dari restoran ini, loh. Menu sate ini ada dua jenis nih, Diazens, yaitu sate hati kambing dan sate daging domba.

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © instagram/ zubora_spice_works

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © instagram/ zubora_spice_works

3 dari 4 halaman

Terdapat Atraksi Kecil

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © instagram/ andropov3_2

Yang unik dari restoran ramen ini adalah mie yang mereka buat secara langsung di depan pengunjung. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat adonan tepung ini adalah tepung gandum dan air bambu. Biasanya, pembuatan mie ini terletak di dapur yang bisa kalian lihat dari meja pelanggan. Kalau kalian ingin melihat lebih dekat proses pembuatan mie ini, kalian bisa duduk di meja counter yang terletak di dekat dapur. Mie ini dibuat secara manual, loh. Wah, keren banget ya Diazens!

4 dari 4 halaman

Harga, Lokasi, dan Jam Operasional

Restoran Ramen Halal KaezanRestoran Ramen Halal Kaezan © Instagram/ sariimaulidya

Makanan di restoran ini berkisar antara ¥980 – ¥1,500 atau sekitar Rp. 126,782 - Rp 194,055/porsi. Harga ini sangat worth it karena porsi dari ramen di restoran ini memiliki porsi yang banyak, loh.  Untuk buku menu  sendiri terdapat  bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Pegawainya juga bisa berbahasa Iggris, Jepang, dan Cina, loh. Jika kalian ingin berkunjung ke sini, lokasinya berada di Ikebukuro, Toshima, Tokyo, atau sekitar 15-20 menit dari stasiun Ikebukuro. Untuk jam operasionalnya, mereka buka dari Senin sampai Minggu pukul 11.00 – 15.00 untuk makan siang, dan pukul 17.00 – 23.00 untuk makan malam.

Gimana nih Diazens, tertarik mengunjungi restoran ramen halal ini?

 

(Penulis: Intan Rachma)

Beri Komentar