Tata Cara Haji Tamattu dan Daftar Ibadah Umroh serta Bacaannya

Reporter : M. A. Adam Ramadhan
Senin, 13 Januari 2020 15:43
Tata Cara Haji Tamattu dan Daftar Ibadah Umroh serta Bacaannya
Jangan sampai nggak tahu, begini melakukan tata cara haji

Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima dalam islam. Artinya, sebagai umat muslim kita wjaib untuk melaksanakannya. Namun, dengan syarat 'bila mampu'. Jadi jika belum mampu, kita nggak wajib melaksanakana tata cara haji.

Di setiap tahunnya, jutaan umat muslim dari berbagai negara berkum di tanah suci Mekkah dan Madinnah untuk melaksanakan tata cara haji. Untuk itu, wajib untuk kita sebagai umat muslim mengetahui bagaimana melaksanakan tata cara haji yang benar.

Begitu juga dengan tata cara haji, kita juga perlu mengetahui tata cara umroh. Nah biar adil, gimana sih cara melakukan tata cara haji dan umroh sampai pendaftarannya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut caranya.

1 dari 4 halaman

Tata Cara Ibadah Haji

Sebelum mengetahui bagaimana mengetahui pelaksanaan tata cara ibadah haji, ada baiknya kamu hukum, rukun haji, dan lain sebagainya. Apa saja, ya?

1. Hukum melaksanakan tata cara haji wajib jika:
a. Islam
b. Baligh
c. Berakal
d. Merdeka
e. Mampu

2. Hukum melaksanakan tata cara haji sunnah jika:
a. Hamba sahaya
b. Belum baligh
c. Sudah pernah melaksanakan tata cara haji setidaknya satu kali

3. Rukun melaksanakan tata cara haji:
a. Ihrom
b. Wuquf di Padang Arofah
c. Thowaf
d. Sa'i
e. Bercukur
f. Tertib

4. Sunah melaksanakan tata cara haji:
a. Mandi saat mau Ihram
b. Melaksanakan haji ifrad
c. Membaca talbiyah
d. Membaca doa setelah talbiyah
e. Melakukan tawaf qudum ketika masuk Masjidil Haram
f. Membaca dzikir dan doa
g. Minum air zam-zam-z
h. Shalat sunah dua rakaat setelah tawaf

5. Larangan melaksanakan tata cara haji:

a. Memakai wangi-wangian
b. Mencukur rambut atau bulu badan
c. Bercampur suami istri
d. Berburu atau membunuh binatang

- Khusus laki-laki:
a. Memakai penutup kepala
b. Memakai pakaian berjahit

- Khusus perempuan:
a. Memakai tutup wajah
b. Memakai sarung tangan

2 dari 4 halaman

Tata Cara Daftar Haji

Melaksanakan tata cara haji bukan berarti kamu bisa melaksanakan begitu saja. Kamu perlu mempersiapkan segalanya dengan perencanaan yang matang. Salah satunya adalah dengan mempertimbangkan bagaimana mendaftar untuk melakukan tata cara haji.

1. Membuka Tabungan Haji

Tentu kamu memerlukan rekening bank/tabungan khusus untuk mendaftar agar bisa melaksanakan tata cara haji.

Caranya mudah, kok. Datang saja ke bank yang telah ditunjuk pemerintah. Jangan lupa untuk membawa identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan menyiapkan uang sebesar Rp 25.000.000 sebagai setoran awal, karena itulah syarat pendaftaran haji.

2. Menandatangani surat pernyataan persyaratan haji

Setelah itu, kamu akan diberikan surat pernyataan yang diterbitkan dari Kementrian Agama bahwa kamu mendaftar haji. Kamu wajib untuk mendatanganinya untuk memenuhi persyaratan pendaftaraan pelaksanaan tata cara haji.

3. Men-transfer setoran awal

Selanjutnya, kamu melakukan setoran awal yang berjumlah Rp 25.000.000 itu ke rekening Menteri agama pada cabang BPS BPIH sesuai domisili. Jika sudah, kamu akan mendapatkan bukti telah men-transfer. Nah, jangan sampai hilang, karena nomor validasi yang diterbitkan oleh BPS BPIH ini penting dan perlu disimpan baik-baik.

4. Mendatangi Kementerian Agama

Bukti setoran kemudian ditempel dengan pas foto calon jemaah haji berukuran 3x4, dan materai. Terakhir, kamu perlu mendatangi kantor Kementerian Agama langsung dengan membawa buktu setoran dan juga persyaratan-persyaratan lainnya.

 

3 dari 4 halaman

Tata Cara Haji dan Umroh

Kalau sudah tahu hukum, rukun, dan cara daftar haji, sudah saatnya kamu mempelajari bagaimana melaksanakan tata cara haji maupun umroh. Gimana, ya? Gulir ke bawah, yuk!

1. Ihrom

Ihrom merupakan keadaan yang berhubungan dengan waktu dan tempat juga niat memasuki ibadah haji atau umroh hingga tahallul.

Adapun niat ihrom haji:
" Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika allahumma hajjan"

Sunah ihrom:

1. Membersihkan diri seperti mandi, termasuk juga memotong kuku dan bercukur
2. Menggunakan wewangian
3. Memakai pakaian putih dan suci
4. Solhat sunnah ihrom sebelum berihrom
5. Menghadap kiblat saat niat berihrom
6. Banyak membaca talbiyah selama berihrom kecuali saat melontar jumroh, thowaf, dan sa'i

Adapun bacaan talbiyah:
" Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarikalaka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mula la syarika lak."

2. Wuquf di Padang Arofah

Maksudnya dalah kamu cukup berdiam diri di padang arofah, tepatnya antara 9 dhulhijjah (ba'da dhuhur) sampai terbit fajar 10 dzhulhijjah.

Sunnah saat wuquf:
- Nggak banyak omongan yang nggak berguna
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT. (dzikir, membaca quran, dan lain-lain)
- Merendahkan diri (tadlorru') dan merengek (ilhah) saat berdo'ada

3. Mabit di Muzdaliffah

Mabit maksudnya menginap, tepatnya menginap di muzdaliffah setelah wuquf. Disunnahkan untuk menginap/berdiam di Masy'aril harom, ialah sebuah bangungan perbatasan antara Muzdalifah dan Mina.

4. Mabit dan Melontar Jumroh di Mina

Tata cara haji selanjutnya adalah bermabit di Mina pada 11, 12, dan 13 dzhulhijjah. Pada saat ini, kamu akan melakukan jumroh uula (kubro, jumroh wustho, dan jumroh 'aqobah.

5. Thowaf

Thowaf berarti berkeliling, yaitu mengelilingi ka'bah sebanyak 7 kali dengan syarat-syarat tertentu.

6. Sa'i

Sa'i maksudnya dalah berjalan, di antara bukit shofa dan marwah.

7. Bercukur

Selanjutnya kamu harus melakukan tata cara haji bercukur, minimal 3 lembar rambut kepala.

8. Tertib
9. Tahallul

Maksudnya sudah terbebas dari yang diharamkan, dengan artian telah selesai melakukan semua rangkaian kewajiban haji.

4 dari 4 halaman

Tata Cara Haji Tamattu

Tamattu secara bahasa berarti kesenangan. Haji tamattu berarti haji yang bersenang-senang. Bingung, ya?

Maksudnya adalah ketika seseorang melakukan tata cara haji tamattu, dia berangkat ke tanah suci di bulan haji, dengan niatan umroh berihroam di Miqat, bukan haji. Setibanya di Mekkah, ia menyeselesaikan ihram, dan bersenang-senang, hingga tiba waktu hari Arafah, barulah ia melakukan ritual haji.

Jadi, menjelang tanggal 8 atau 9 Dhulhijjah, barulah berihram dari penginapan atau hotel masing-masing di Mekkah untuk melakukan tata cara haji.

 

Nah, jadi begitu bagaimana melakukan tata cara haji. Kamu punya pengalaman menarik seputar melaksankaan tata cara haji? Sharing di kolom komentar, yuk!

Beri Komentar