© Shutterstock.com
Beberapa ahli percaya bahwa perceraian dan kehidupan di rumah orangtua tunggal, secara permanen dapat merusak anak.
Sementara yang lain mengklaim bahwa anak-anak dengan orangtua yang bercerai atau berpisah tidak menderita efek jangka panjang yang negatif.
Tetapi hal tersebut sama-sama memberikan dampak buruk bagi anak. Namun, benarkah anak laki-laki merasakan dampak yang lebih nyata dibandingkan anak perempuan?
ilustrasi keluarga bertengkar © parentmap.com
Melansir dari familyeducation, dalam dunia yang ideal, seorang anak laki-laki tinggal bersama orangtuanya memiliki rasa memiliki yang signifikasi, dan belajar untuk kompeten ketika ia tumbuh dewasa.
Namun, ketika orang tua tidak lagi hidup bersama, kehidupan anak laki-laki menjadi lebih rumit, tetapi itu tidak berarti dia tidak bisa bahagia.
Banyak orang percaya bahwa anak-anak dari orang tua yang bercerai tidak akan pernah memiliki pernikahan dan hubungan yang sehat. Tetapi itu belum tentu benar.
Penelitian baru menunjukkan konflik dalam pernikahan sebagai faktor pendorong di balik tingkat perceraian yang lebih tinggi.
Dengan kata lain, seorang anak yang orangtuanya bertengkar tetapi tidak bercerai lebih mungkin bercerai daripada anak-anak dalam keluarga berkonflik rendah atau dalam keluarga berkonflik tinggi yang berakhir dengan perceraian.
- Anak laki-laki lebih mungkin menderita depresi, ketika satu orangtua meninggalkan rumah, terutama ketika anak laki-laki tidak dapat menghabiskan waktu bersama mereka secara konsisten.
- Anak laki-laki lebih cenderung bereaksi terhadap perceraian orang tua dengan kemarahan, masalah akademik, pembolosan atau perilaku agresif daripada anak perempuan, yang mungkin mencoba untuk menyenangkan orang dewasa dengan menekan perasaan.
- Anak laki-laki dapat disalahkan atas perpisahan sebuah keluarga.
Ilustrasi keluarga bertengkar © freepik.com/bearfotos
Sehingga saat orangtua berpisah, kenapa anak laki-laki lebih merasakan dampaknya? alasannya karena anak laki-laki sering menutupi emosi mereka agar tampak jantan, dan mungkin ingin melindungi orangtua mereka.
Serta mungkin menolak untuk berbicara tentang rasa sakit mereka sendiri, kesedihan dan kekhawatiran, atau mereka dapat bertindak keluar dari perasaan mereka dengan bertingkah buruk, karena orang bijak pernah berkata bahwa keluarga adalah lingkaran orang yang saling mencintai.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet