© Ilslearningcorner.com
Anak lagi jalan di rumah, karena nggak waspada, kakinya nyangkut ke kaki meja. Bruk! Akhirnya jatuh. Anak nangis, lalu orang tua memarahi meja.
"Dasar meja nakal, udah dek cup cup cup, jangan nangis lagi. Ini mejanya nakal, sudah tak pukul."
Akrab dengan skenario seperti itu? Mungkin banyak dari kita pernah mengalami hal tersebut waktu kecil. Dulu sebagai anak kecil yang belum tau banyak hal, pasti rasanya biasa saja. Tapi seiring bertambahnya usia, kegiatan orang tua memarahi meja atau benda-benda lain atas kesalahan yang dibuat anak rasanya jadi semakin nggak masuk akal.
Kebiasaan menyalahkan hal lain atas kesalahan yang dilakukan anak seperti di atas ternyata sebaiknya dihentikan. Dengan melakukan hal tersebut, anak jadi tidak akan belajar dari kesalahannya. Lalu bagaimana cara terbaiknya?
Cara terbaik yang bisa dilakukan orang tua saat anak melakukan kesalahan adalah dengan menunjukkan kesalahannya. Dalam hal anak kesandung meja, ya anaknya ya salah, bukan mejanya. Meski begitu orang tua tetap harus menyampaikannya secara bertahap.
Dr Jane Nelsen, pendiri program Positive Discipline, mengatakan pada USA Today bahwa ada beberapa tahapan untuk membuat anak memahami kesalahannya.
Bantu anak menyelesaikan masalahnya dan membetulkan jika ada yang rusak. Jika mengambil contoh anak jatuh kesandung meja, bantu dia berdiri. Obati dulu lukanya sambil tenangkan kalau dia menangis. Tentu ini bisa diimplementasikan ke banyak kondisi.
Lalu orang tua bisa memulai dengan pertanyaan sederhana, " Kok bisa?" . Dalam hal anak kesandung meja, tanyakan kenapa kok dia bisa nggak melihat ada meja di sana. Lalu dengarkan dengan seksama semua penjelasannya. Ini untuk membiasakan anak menyadari apa perbuatannya dan memahami konsekuensinya. Mendengarkan dengan seksama juga membuat dia merasa tetap dihargai walaupun sudah melakukan kesalahan.
Di tahap inilah waktunya orang tua memberi tahu tentang apa yang salah dari yang dikerjakan oleh anak. Kalau kasusnya kesandung, ya sampaikan kalau si anak kesandung karena nggak wasapada akan letak benda di rumah sehingga lain kali harus lebih berhati-hati. Dengan begini, anak tidak hanya merasa disalahkan, namun juga dibantu untuk bisa melakukan yang lebih baik ke depannya.
Kalau anak ada kesalahan, ada baiknya memang langsung dievaluasi, bukannya menyalahkan hal lain yang nggak ada sangkut pautnya kayak meja. Toh itu demi kebaikan si anak sendiri.
Jadi jangan salahkan meja kalau anak kesandung ya!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'