© Aleteia.org
Kehamilan membuat para wanita mengalami perubahan tubuh yang cukup drastis. Setelah melahirkan pun perubahan tubuh itu mungkin akan semakin jelas terlihat.
Banyak wanita yang mengalami stres karena perubahan tubuh yang mereka alami setelah melahirkan. Perubahan tubuh dapat membuat para ibu menjadi tidak percaya diri lagi. Meski tidak dapat dihindari, paling tidak mengetahui beberapa perubahan tubuh yang akan terjadi setelah kamu melahirkan bisa membuatmu lebih siap menghadapinya. Perubahan yang kamu alami pun ada yang baik dan ada pula yang buruk.
Dilansir dari Bright Side, berikut beberapa perubahan tubuh yang dialami ibu setelah melahirkan.
Ilustrasi Telapak Kaki © 2020 https://www.diadona.id / health.harvard.edu
Sebuah penelitian melakukan pengukuran pada 49 kaki wanita selama kehamilan dan 6 bulan setelah melahirkan. Selama itu, panjang kaki wanita meningkat 2-10 milimeter. Perubahan ini terjadi hanya pada wanita yang melahirkan anak pertama. Menurut statistik sebanyak 70% wanita mengalami pengalaman ini. Perubahan ukuran kaki disebabkan oleh hormon relaxin yang membuat sendi dan tendon menjadi lebih fleksibel.
ilustrasi pinggul wanita © medicalnewstoday.com
Hormon relaxin yang mempengaruhi ukuran kaki wanita setelah melahirkan ternyata juga mempengaruhi bagian pinggul. Hormon tersebut melemaskan tendon pada tulang panggul yang terhubung sehingga menyebabkan pinggul wanita menjadi semakin besar setelah hamil. Pinggul membesar sebenarnya merupakan perubahan yang biasa terjadi agar persalinan berjalan dengan baik.
Ilustrasi Sakit Perut © health.clevelandclinic.org
Pada bulan pertama setelah melahirkan, beberapa wanita mungkin masih merasakan tendangan di perut mereka. Hal ini mungkin terdengar aneh dan menakutkan jika mengingat sudah tidak ada lagi bayi di dalam perutmu. Namun ternyata hal ini terjadi karena kejang otot dan gas atau karena rahim masih terus berkontraksi. Jika kamu merasakannya, kamu tidak perlu panik karena rasa itu akan hilang dalam beberapa bulan setelahnya.
Ilustrasi Wanita Berkeringat © shutterstock
Setelah melahirkan, banyak wanita yang memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya. Biasanya kamu akan mulai berkeringan lebih banyak setiap malam hari. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar esterogen dalam darah. Perubahan ini merupakan proses alami, namun beberapa kasus menunjukkan ada masalah tiroid yang dialami oleh sang ibu.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet