Tentang Panama Papers dan Kaitannya dengan Pajak serta Pencucian Uang

Reporter : Dhewi Bayu Larasati
Selasa, 14 September 2021 18:24
Tentang Panama Papers dan Kaitannya dengan Pajak serta Pencucian Uang
Buat kamu yang masih belum mengerti mengapa Panama Papers jadi skandal yang besar, coba deh pantengin artikel Diadona berikut.

Apa itu Panama Papers? Mengapa kasus tersebut menyeret berbagai nama besar dunia dan sempat sangat dibicarakan di Indonesia?

Yuk kita cari tahu apa sih sebenarnya Panama Papers tersebut dan kaitannya dengan pencucian uang atau pengemplangan pajak.

Panama Papers adalah sebutan bagi 11.5 juta dokumen milik firma hukum Mossack Fonseca yang berbasis di Panama dan bocor. Dikutip dari Investopedia, dokumen tersebut dirilis oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung (SZ) di tangga l3 April 2016 dan dijuluki sebagai Panama Papers.

1 dari 4 halaman

Panama Papers adalahPanama Papers adalah © 2021 Kacper Pempel via pri.org

Apa isinya? Panama Papers adalah dokumen yang mengungkapkan jaringan lebih dari 214 ribu pengguna jasa Mossack Fonseca di seluruh dunia untuk memindahkan uang mereka ke negara-negara yang tax heaven. Di dalam dokumen tersebut termuat banyak banget nama-nama orang kaya, pejabat publik, pemimpin atau mantan pemimpin negara dan entitas dari 200 negara. Pemindahan uang ini dilakukan untuk pencucian uang dan mengemplang pajak.

Bentar-bentar, pada bingung nggak nih? Biar pada paham, Diadona uraikan dulu ya apa yang dimaksud dengan pengemplangan pajak dan pencucian uang yang Diadona kutip dari laman Youth Proactive.

2 dari 4 halaman

Jadi gini, umumnya nih kalau suatu perusahaan atau seseorang punya suatu penghasilan, maka dia wajib membayar pajak yang sesuai dengan ketentuannya kan? Tapi ini nggak berlaku misalnya keuntungan tersebut digunakan untuk berinvestasi. Nah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh beberapa orang.

Misalnya nih bila keuntungan suatu usaha adalah Rp. 1 Milyar dan 80% nya digunakan untuk investasi kembali, itu berarti hanya 20% nya saja yang dikenai pajak. Akhirnya para pengemplang pajak memanfaatkan aturan tersebut dengan membuat perushaan cangkang atau shell company. Apaan itu? Perusahaan yang sebenarnya fiktif. Nama perushaan dan struktur organisasinya ada, tapi tak beneran. Nama yang dicatut bisa siapa aja yang bersedia menandatangani dokumen perjanjian pembentukan perusahaan.

Trus tuh biar perusahaan cangkang ini nggak diburu pajak, maka mereka didirikan di negara-negara surga pajak alias negara yang nggak bebas pajak/pajak rendah. Contohnya nih Singapura, Swiss, Panama, Bermuda, dan masih banyak lagi. Nggak cuman itu aja, beberapa diantaranya juga menawarkan transaksi keuangan bisa dilakukan secara rahasia.

3 dari 4 halaman

Panama Papers adalahPanama Papers adalah © 2021 shutterstock.com

Uang yang disembunyikan biar nggak kena pajak, dibelikan saham atau obligasi shell company tersebutatau membeli deh sesuatu atas nama perusahaan fiktif tersebut padahal barang tersebut dibeli untuk dinikmati sendiri.

Nah ini tentu jadi masalah besar dong! Uang yang wajib kena pajak akhirnya lolos dari potongan pajak. Kalau ini terus dibiarkan terjadi, tentu pemerintah jadi kesulitan membiayai kepentingan publik mengingat pajak adalah salah satu sumber keuangan utama negara.

Nggak cuman menyembunyikan uang buat menghindari pajak nih, tapi bisa juga untuk menyembunyikan asal muasal uang atau pencucian uang dan transaksi lainnya, misalnya peredaran narkoba hingga pembiayaan terorisme.

4 dari 4 halaman

Sebenernya mendirikan perushaan di negara tax haven itu nggak selalu berkaitan dengan aktivitas keuangan ilegal kok. Malah beberap aidantarany perlu, misalnya untuk menghindari preman di negaranya.

Pemilik uang bisa mendirikan perusahan-perusahaan tersebut dengan bantuan Mossack Fonseca. Dan ada banyak banyak publik figur yang berdasarkan rilis Panama Paper tersebut, ternyata memiliki perusahaan di negara tax haven, diantaranya:

  • Lionel Messi
  • Amitabh Bachan
  • Jackie Chan
  • Nawaz Sharif

Ada pula beberapa nama dari Indonesia lho!

Diktuip dari Investopedia, Jerman udah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pengacara Mossack Fonseca Juergen Mossack dan Ramón Fonseca untuk penggelapan pajak dan mengoperasikan organisasi kriminal. Tapi karena undang-undang ekstradisi Panama, mereka nggak bisa diserahkan ke pejabat Jerman. Mereka cuman dipenjara selama dua bulan karena kasustuduhan terkait dengan skandal Panama Papers dan penyuapan dengan sebuah perusahaan Brasil.

Bisa dibilang, Panama Paper adalah kebocoran data yang terbesar sepanjang sejarah yakni mencapai 2.6 Terabyte. Nah, dari ulasana Diadona barusan, tahu kan kenapa Panama Papers adalah skandal keuangan yang besar?

 

Beri Komentar