Mengiris Hati, Viral Seorang Mahasiswa Bayar UKT dengan Uang Receh dan Ditolak

Reporter : Prisma Difta
Sabtu, 15 Agustus 2020 09:07
Mengiris Hati, Viral Seorang Mahasiswa Bayar UKT dengan Uang Receh dan Ditolak
Waduh, kok bisa ya ditolak?

Banyak orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), padahal banyak pula yang jadi tulang punggung keluarga dan harus memenuhi kebutuhannya. Seperti halnya cerita seorang netizen yang baru-baru ini viral.

Seorang netizen Twitter dengan akun @hewanberbicara menceritakan bahwa ia membayar biaya kuliah, atau sering disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan uang receh. Pasalnya di masa pandemi ini keluarganya mengalami krisis dan ia pun bayar UKT tersebut dengan uang dari celengannya sendiri.

 

1 dari 3 halaman

Bayar uang ukt dengan recehBayar uang ukt dengan receh © twitter.com/hewanberbicara

Uang tabungan dari celengan tersebut, berisi uang receh pecahan Rp 1000. Ia harus membayar uang kuliah Rp 3,5 jutaan. Untungnya uang dari celengan tersebut mencukupi. Namun saat membayar di bank, ia sempat ditolak.

Terdampak Covid-19, mahasiswa bayar UKT dengan uang receh
Sebelum membayar uang UKT, akun Twitter @hewanberbicara berbicara memberitahukan bahwa uang receh yang terkumpul tersebut merupakan hasil dari tabungan yang sudah cukup lama dikumpulkan.

 

 

2 dari 3 halaman

Sebelumnya, uang koin Rp 1000 ini sering dimasukan ke botol oleh adiknya. Lalu bapak dan ibunya juga memasukkan uang koin Rp 1000 yang dimiliki ke dalam botol. Hal ini pun menjadi kebiasan keluarganya. Siapa sangka kebiasaan kecil itu, bisa berguna untuk membayar uang kuliahnya.

Uang koin Rp 1000 tersebut dikumpulkan dalam satu plastik dalam nominal Rp 100 Ribu. Ia pun memasukan uang tersebut dalam kardus agar mudah untuk membawanya. Total berat uang koin yang digunakan untuk bayar UKT tersebut pun mencapai Rp 17,5 Kg.

 

3 dari 3 halaman

Bayar uang ukt dengan recehBayar uang ukt dengan receh © twitter.com/hewanberbicara

Bahagia karena uang untuk membayar kuliahnya telah terkumpul. Ia pun berangkat ke bank yang jaraknya mencapai 15 Km dari rumahnya. Setelah sampai di bank dan mengantri hingga satu jam, ternyata ia ditolak karena membayar dengan uang receh. Menurut pengakuannya, Bank tersebut berasalan bahwa tidak alat untuk menghitung uang receh.

Lantas ia pun pergi dari bank tersebut dan harus menukarnya dengan uang kertas. Ia akhirnya menemukan mini market untuk menukarkan uang koinnya tersebut. Namun usai uang koinnya ditukar ternyata bank sudah tutup dan harus kembali pada hari berikutnya.

Beri Komentar