Kisah Kakek Tukang Pijat Tunanetra, Berjuang Hidupi Anak Gangguan Jiwa

Reporter : Riza Umami
Rabu, 28 Juli 2021 17:53
Kisah Kakek Tukang Pijat Tunanetra, Berjuang Hidupi Anak Gangguan Jiwa
Sungguh pilu..

Tidak semua orang bisa menikmati masa tuanya dengan damai dan dalam keadaan yang berkecukupan serta berkumpul dengan anak cucunya. Sebagian orang harus tetap banting tulang di usianya yang sudah senja.

Hal inilah yang juga harus dilakukan oleh seorang kakek berikut ini. Beliau adalah Kakek Rustam, seorang bapak yang begitu tangguh. Di tengah keterbatasan fisiknya yaitu tak bisa melihat, beliau harus berjuang keras untuk menghidupi anaknya.

1 dari 5 halaman

Dikutip dari laman kitabisa.com, beliau kini telah berusia 73 tahun di mana seharusnya beliau sudah pensiun dan tak perlu lagi bekerja. Namun, beliau harus terus banting tulang di usianya yang sudah tua ini.

Kisah Kakek RustamKisah Kakek Rustam © kitabisa.com

Beliau sehari-harinya mencari rezeki dengan cara memijat. Penghasilannya dari memijat ini pun tak menentu apalagi masa pandemi seperti ini tentu penghasilannya jadi menurun. Terkadang, satu pelanggan ada yang memberi Rp30.000, ada yang Rp25.000 dan ada pula yang Rp50.000.

2 dari 5 halaman

Itu kalau beliau mendapatkan pelanggan, tetapi terkadang seharian beliau tak mendapatkan pelanggan yang menggunakan jasa pijatnya sehingga Kakek Rustam pun hanya bisa pasrah dan berdoa agar setidaknya beliau masih ada rezeki untuk makan.

Meski begitu, Kakek Rustam tak pernah berpikir untuk mengemis. Bagi beliau selama tubuhnya ini masih kuat, beliau pantang untuk meminta belas kasihan dari orang lain, meski sebenarnya perjuangan hidup beliau pun tidaklah mudah.

3 dari 5 halaman

Kisah Kakek RustamKisah Kakek Rustam © kitabisa.com

Sejak kecil beliau memang berasal dari keluarga miskin. Bahkan, penyebab kebutaannya ini karena dulu beliau tak mampu berobat ke dokter saat terkena cacar ketika usianya 6 tahun dulu. Entah bagaimana, tiba-tiba beliau pun jadi buta hingga sekarang.

Perjalanan hidup kakek ini benar-benar penuh lika-liku. Dalam kondisi keterbatasan fisik seperti ini, beliau pernah beberapa kali ditipu oleh orang lain. Beliau pernah memijat dan orang tersebut mengatakan bahwa dia memberikan uang Rp50 ribu. Beliau pun membeli nasi di warung dengan uang tersebut, tetapi ternyata uangnya hanya Rp2 ribu, beliau sangat malu waktu itu.

4 dari 5 halaman

Beliau juga beberapa kali pernah hampir terserempet kendaraan di jalan. Makin ke sini, beliau semakin sulit untuk mengenali jalan karena usianya yang sudah lanjut. Untuk berjalan pun beliau kini tertatih-tatih.

Kisah Kakek RustamKisah Kakek Rustam © kitabisa.com

Sebenarnya, beliau mempunyai seorang anak yang begitu perhatian kepadanya. Namun, kini sang anak mengalami gangguan mental karena dia sudah dua kali ditipu oleh rekan kerjanya. Uang yang dia kumpulkan untuk membeli motor, ludes beserta motor tersebut.

5 dari 5 halaman

Padahal, motor itu anaknya beli dengan bekerja keras. Sang anak ingin mengantarkan ayahnya yang tak bisa melihat ini agar tak perlu jalan kaki lagi. Dengan kondisi demikian, Kakek Rustam pun kini hanya bisa berdoa untuk kesembuhan anaknya.

Mari kita bantu ringankan beban beliau dengan menyisihkan sebagian rezeki dan berdonasi untuk Kakek Rustam. Donasi bisa disalurkan melalui link berikut ini. Semoga kakek dan anaknya sehat selalu dan dilancarkan rezekinya serta anak beliau diberikan kesembuhan.

Beri Komentar