Hati-Hati Saat Naik Ojol Sendiri Kalau Tidak Mau Seperti Wanita Ini

Reporter : Riza Umami
Selasa, 11 Februari 2020 11:08
Hati-Hati Saat Naik Ojol Sendiri Kalau Tidak Mau Seperti Wanita Ini
Seorang wanita mengalami pengalaman buruk saat naik ojol sendiri.

Kehadiran ojek online begitu memudahkan banyak orang sekarang ini. Namun, meski demikian, kita perlu tetap berhati-hati apalagi jika naik ojol ini sendirian. Seorang wanita mengalami pengalaman yang kurang nyaman saat naik ojol. Dia menceritakan kisahnya ini di akun Instagram miliknya yang kemudian diposting ulang oleh seorang pengguna Twitter bernama @FlamingMo.

Kejadian ini terjadi di siang hari sekitar jam 2 an, wanita ini berangkat ke kantor menggunakan Grab car dengan dua tujuan. Yang pertama ke kantornya lalu menjemput temannya dan lanjut ke tempat lain. Kemudian, dia mendapatkan seorang driver, tetapi feeling-nya dari awal sudah tidak enak. Karena selama lima menit, driver ini tidak bergerak-gerak juga, meski 15 menit kemudian dia sampai di depan tempat kos wanita ini.

1 dari 5 halaman

Lalu, dia pun menaiki mobil ini. Harusnya jalan dari tempat kosnya ke arah kanot itu putar balik, tetapi driver ini malah lurus saja. Lalu wanita ini mengatakan untuk putar arah saja karena biasanya di depan macet. Namun, driver itu masih kekeh lurus saja karena ikut di maps-nya.

Wanita ini masih positif thinking karena tidak mungkin ada yang aneh-aneh karena ini masih siang. Namun, makin lama feeling-nya makin tidak enak. Lalu, dia mendengar seperti suara HT. Driver ini menerima panggilan ini sambil bisik-bisik dan dia mendengar, " point 1 masuk, masuk 1.." meski suara ini sangat pelan. Mendengar ini dia merinding.

2 dari 5 halaman

Bapak driver itu melirik-lirik ke belakang. Tidak lama setelah itu, mobil ini makin jauh keluar dari jalurnya. Saat ditegur bapak ini hanya mengatakan mengikuti maps-nya. Panik, wanita ini pun mengirimkan pesan pada kekasihnya dan langsung share lokasinya berada.

Mobil yang dia tumpangi ini malah masuk tol ke arah merak. Wanita ini pun teriak-teriak negur sang driver, " Pak saya gak mau ke arah merak atau tangerang, saya mau ke selatan, puter balik pak kita udah salah jalan ini gak seharusnya masuk tol!" . Namun, bapak ini masih terus melaju sambil bisik-bisik memakai kode-kode entah dengan siapa.

3 dari 5 halaman

Lalu, bapak ini tiba-tiba ngerem mendadak, agar ponsel wanita itu jatuh. Kemudian, ngebut lagi dan masuk ke tol makin jauh. Begitu panik, tetapi dia tak bisa meloncat karena itu di tol dan ada banyak kendaraan besar-besar di belakangnya.

Untungnya, wanita ini ingat ada fitur emergency button di Grab. Dia pun langsung memencet tombol itu dan langsung disambungkan ke emergency care. Dia menjelaskan keadaannya dari awal, meski drivernya melotot ke arahnya sambil tancap gas. Dia tetapi lapor pada operatornya dan mengatakan, " Mbak tau kan posisi saya? Bisa dilacakkan?" .

4 dari 5 halaman

Operator ini pun langsung tanggap dan melaporkan pada satgas Grab terdekat untuk langsung menuju ke titik wanita ini berada. Dia sengaja melakukan panggilan itu dengan loud speaker agar driver itu juga bisa mendengarnya. Bapaknya ini pun panik dan akhirnya menurunkan wanita ini di pinggir tol.

Pihak Grab pun begitu bertanggung jawab, emergency center sama sekali tidak mematikan panggilannya sampai wanita ini ada di tempat yang aman. Tidak lama kemudian, mereka segera menawarkan untuk mengirimkan armada lain untuk menjemputnya dan satgas pun hendak menemaninya untuk membuat laporan di polisi.

5 dari 5 halaman

Pihak Grab pun telah menangani masalah ini dan driver itu pun sudah diberhentikan serta masih menjalani investigasi lebih lanjut. Sebagai pengingat pun, mereka menambahkan informasi tentang Emergency Button yang bisa digunakan oleh penumpang saat mengalami keadaan darurat seperti yang terjadi pada wanita tersebut.

Dari cerita ini, bisa diambil pelajaran bahwa kita harus selalu berhati-hati apalagi jika naik ojol atau transportasi umum lainnya seorang diri. Beberapa netizen menyarankan untuk membawa semprotan merica yang bisa digunakan dalam situasi darurat. Bantu sebarkan ke lainnya ya agar kita lebih berhati-hati lagi.

Beri Komentar