© Mohamad Trilaksono Via Pxhere.com
Menabung pangkal kaya. Ungkapan itu pasti sering kita dengan muali kita masih kecil. Ungakapn ini semacam motivasi buat anak-anak supaya rajin menabung.
Nampaknya manabung memang akan membuahkan hal yang manis, seperti apa yang dilakukan oleh mahasiswa bernama Muhammad Andi Pangestu (22) dari Medan ini. Dalam waktu 8 tahun, ia konsisten menabung uang recehan.
Melansir dari Kompas, pada Jumat (28/8) ia membawa tabungan uang recehnya ke sebuah dealer motor dan membeli satu unit motor. Kebiasaan menabungnya berbuah manis.
“ Setiap hari uang ini saya tabung, hasil membantu ibu di warung. Tadi dihitung selama lima jam. Uang yang saya bawa pakai karung totalnya Rp10 juta hasil tabungan sejak SMP. Sisanya saya bayar pakai uang kertas,” kata Andi, dilansir Kompas.
Beli Motor dengan Uang Receh © Istimewa
Andi membeli motor jenis Honda Supra GTR 150. motor impiannya tersebut dibeli seharga Rp 24.650.000 secara tunai. Semuanya ia bayar dengan uang tabungannya, yang Rp 10 juta uang receh dan sisianya uang kertas.
Sementara itu, pihak dealer mengatakan bahwa buruh waktu selama 5 jam untuk menghitung uang-uang tersebut.
" Proses penghitungan memakan waktu lima jam. Namun, hal itu tidak masalah, konsumen bisa membayar dengan metode apa pun dan akan tetap kami layani," tutur mereka dikutip dari Kompas.
Ternyata menabung pangkal kaya bukan hanya dongeng.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet