Dijanjikan Doa Agar Pintar, Kiai Maniak Seks di Ponpes Banten Tega Cabui 15 Santri

Reporter : Prisma Difta
Senin, 3 Agustus 2020 13:49
Dijanjikan Doa Agar Pintar,  Kiai Maniak Seks di Ponpes Banten Tega Cabui 15 Santri
Duh, tega bener!

Pemerkosaan adalah hal yang tidak patut dibenarkan bagaimana pun kondisinya, terlebih lagi mengingat bahwa Indonesia masih sangat rentan terhadap kasus tersebut. Seperti halnya santri-santri di salah satu ponpes di Banten ini.

Seorang pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial JM (52) dimanakan Satuan Reskrim Polres Serang Kota pada Rabu (29/7) setelah diduga melakukan pencabulan pada empat santriwati.

Aksi bejat pelaku ini dilakukan pelaku dengan modus memberikan jimat doa-doa yang bisa memberikan kepintaran pada para korbannya. Namun, dengan syarat mau disetubuhi terlebih dahulu.

 

1 dari 3 halaman

JM diduga mencabuli para santriwatinya dengan iming-iming jimat yang bisa membuat pintar. | regional.kompas.com
Seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (29/7), Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata pun membenarkan penangkapan pimpinan ponpes di Banten ini.

“ Sudah diamankan, sudah dibawa ke polres untuk melengkapi berkas. Dia memang JM, pimpinan ponpes,”

“ Modusnya dengan bujuk rayu dengan kata-kata gitu, sementara masih diperiksa juga,” jelas Indra.

 

2 dari 3 halaman

Laporan kepolisian sendiri mencatat ada empat santriwati yang sudah mengaku menjadi korban kebejatan JM. Namun, perwakilan korban, Anton Daeng Harapah mengakui jumlah korban JM mencapai 15 santri.

Namun, karena masih takut para korban lain dikabarkan belum berani melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“ Pengakuan awalnya tidak mau mengaku dan cerita kepada keluarga karena malu, tapi ada salah satu santriwati insial DA (yang) berani,” jelas Anton

Anton pun membenarkan modus JM melakukan aksinya dengan tipu daya memberikan kepintaran pada korbannya dengan menggunakan jimat yang sering disebut sebagai wafak.

Namun, syarat agar jimat tersebut bisa manjur dan memberikan efek, para santriwati harus mau membayar dengan disetubuhi pelaku.

“ Modus kiainya ini iming-iming dengan wafak wiridan. Setelah itu diajak ke kamar, pembayarannya itu harus dengan syahwat, dipeluk, dicium, disuruh buka pakaian,”

 

3 dari 3 halaman

Anton sendiri begitu miris mengetahui aksi bejat JM yang seharusnya bisa menuntun para santrinya ke jalan yang benar.

Terlebih, JM selama ini diketahui sudah memiliki tiga istri yang belakangan diketahui istrinya juga merupakan korban kebejatan JM.

“ Dia punya istri tiga, bahkan istrinya juga korban. Dia itu ketua yayasan, nggak pernah ngajar di ponpes, cuma nyari korban saja,” ucap Anton.

Terbongkarnya aksi cabul seorang pimpinan ponpes di Kabupaten Serang, Banten yang tega mecabuli belasan santriwatinya memang sangat memprihatinkan.

Apalagi cara pelaku yang tega mengiming-imingi para korban dengan cara memberikan jimat doa-doa agar bisa mendapatkan kepintaran sudah jauh dari kaidah keagamaan yang harusnya menuntut moralitas. Duh!

Beri Komentar