11 Karya Ismail Marzuki yang Tetap Dikenang Hingga Detik ini, Dinyanyikan Rossa hingga Sheila On 7

Reporter : Kurnia
Rabu, 10 November 2021 12:15
11 Karya Ismail Marzuki yang Tetap Dikenang Hingga Detik ini, Dinyanyikan Rossa hingga Sheila On 7
Tampil di Google Doodle hari ini

Siapa nih yang nggak kenal sama Ismail Marzuki?

Yups, componis ternama dengan segala karya yang luar biasa hari ini tampil di Google Doodle memperingati hari Pahlawan Indonesia.

Karya-karya komponis besar itu bahkan masih dikenang hingga detik ini. Dinyanyikan oleh penyanyi modern seperti Endank Soekamti, Slank, Rossa, hingga Sheila On 7.

1 dari 5 halaman

Karyanya yang begitu melekat dengan namanya adalah tembang Rayuan Pulau kelapa, Sepasang Mata Bola, dan Halo halo Bandung. Siapa yang tidak pernah mendengarnya?

Menjadi salah satu komponis terbaik di tanah air, karya-karya klasik tersebut adalah bentuk perjuangan Ismail Marzuki yang direkam dalam sebuah karya seni. Tak hanya itu, besarnya karya dan semangat kebangsaannya pun membuat nama Ismail Marzuki diabadikan sebagai nama gedung kesenian di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Besarnya rasa peduliannya terhadap bangsa dan tanah air diekspresikan ke dalam bentuk karya seni dan lirik lagu sederhana dengan syair harmoni yang kuat. Masih terdengar dan terkenang hingga detik ini, berikut karya-karya Ismail Marzuki yang masih malang melintang di telinga:

2 dari 5 halaman

Karya-karya Ismail Marzuki

  1. Gugur Bunga (1945) – Oldtimers
  2. Rayuan Pulau Kelapa (1944) – Endank Soekamti
  3. Juwita Malam (1950) – Slank
  4. Indonesia Pustaka (1949) - Rossa
  5. Wanita (1948) – Paul Latumahina
  6. Sabda Alam (1950) – D’Masiv
  7. Rindu Lukisan (1950)- Memes
  8. Halo Halo Bandung (1946) – Cokelat
  9. O Sarinah (1931) – Waldjinah
  10. Sepasang Mata Bola (1946) - Sheila On 7

3 dari 5 halaman

Google Doodle Ismail MarzukiGoogle Doodle Ismail Marzuki © google.com

27 tahun menjadi komponis, Ismail Marzuki telah menciptakan hingga 250 lagu yang melegenda.

Atas karyanya, tak sedikit penghargaan seni yang diberikan kepada Ismail sebagai bentuk dedikasi, perjuangan, dan kecintaannya terhadap Tanah Air. Salah satunya adalah Piagam Wijayakusuma yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1961.

4 dari 5 halaman

Biodata singkat Ismail Marzuki

Lahir: 11 Mei 1914

Asal: Kwitang, Senen, Jakarta Pusat

Meninggal: 25 Mei 1958 (umur 44)

Pekerjaan: Musisi

Tahun aktif: 1931—1958

Dikutip dari berbagai sumber, Ismail Marzuki tumbuh dengan rajin berlatih musik hingga lima jam sehari. Latihan keras itu membuat Ismail Marzuki menguasai delapan instrumen, yakni harmonika, mandolin, gitar, ukulele, biola, akordeon, saksofon, dan piano.

Beri Komentar