© Shutterstock
Selama ini banyak yang mengira bahwa workaholic sama dengan pegawai teladan. Biasanya jenis orang yang seperti ini bakal datang paling awal dan pulang paling akhir.
Niat hati menjadi pegawai teladan, kebiasaaan ini malah bikin kerjaanmu makin keteteran dan performa kerja menurun. Ga mau kan?
Oleh karena itu, melansir Business Insider, kita kasih perbedaan antara workaholic dan pegawai teladan biar kamu ga ketukar lagi.
Workaholic vs Pegawai Teladan © shutterstock
Karyawan teladan punya goals untuk dirinya sendiri tentang arti sebuah kesuksesan, sementara workaholic bekerja terlalu fokus, sampai-sampai ga pernah merasa puas.
“ Mereka selalu fokus untuk bagaimana cara untuk memaksimalkan sesuatu. Mereka tak tahu apa arti sukses,” kata Gordon, penulis LinkedIn.
Workaholic vs Pegawai Teladan © shutterstock
Seorang workaholic biasanya bekerja agar di-notice oleh atasan dengan harapan mendapat validasi atau pengakuan bahwa dia memang pekerja keras. Beda halnya dengan pegawai teladan yang bekerja dengan tujuan meningkatkan skill dan kemampuannya.
Workaholic vs Pegawai Teladan © shutterstock
Bekerja memang sudah selayaknya ya sibuk. Tapi, Pegawai teladan proaktif terhadap pekerjaannya dan benar-benar fokus mengawal tugas yang penting.
Sedangkan workaholic mengisi waktunya dengan kesibukan. Alhasil meereka ga perduli atas apa yang merasa kerjakan, asal sibuk saja pokoknya.
Workaholic vs Pegawai Teladan © shutterstock
Karena asal sibuk, workaholic biasanya sulit membedakan mana pekerjaan prioritas dan tidak. Akibatnya si workaholic sering keteteran. Sedangkan karyawan teladan paham betul mana pekerjaan prioritas dan yang bisa dikerjakan nanti.
Ternyata, jadi workaholic itu bukan berarti juga jadi pegawai teladan. Boleh saja bekerja keras, asal masih masuk akal ya!
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet