© Shutterstock.com/g/fizkes
Hubungan percintaan memang nggak mungkin mulus-mulus aja tanpa masalah. Ada kalanya, perdebatan atau bahkan pertikaian menghiasi sebuah hubungan yang sedang berlangsung.
Dalam suatu pertikaian pasti ada pihak yang melakukan kesalahan. Tapi tau nggak sih, ternyata perempuan lebih sering minta maaf pada pasangan loh.
Eis, tahan dulu pembelaan dirinya ya boys. Karena nyatanya, hal ini udah dibuktikan dalam sebuah penelitian lho.
Mengutip dari livescience.com, perempuan memang lebih banyak minta maaf pada pasangannya. Tapi bukan berarti laki-laki enggan mengakui kesalahan ya.
Ilustrasi Pasangan Bertengkar © shutterstock.com/g/Pormezz
Karina Schumann, psikolog sosial di University of Waterloo di Ontario, Kanada menyatakan bahwa sebagian laki-laki enggan mengajukan permintaan maaf karena mereka enggan dianggap lemah. Beberapa laki-laki juga seringkali nggak menyadari kesalahan yang dibuatnya, sehingga mereka jadi jarang minta maaf pada pasangan.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science ini menyatakan bahwa kebanyakan perempuan lebih peduli dengan pengalaman emosional dan keharmonisan hubungan. Mereka juga lebih sering mengalami penyesalan, sehingga meminta maaf bukanlah suatu hal yang terasa memberatkan.
Terlepas dari pernyataan tersebut, setiap pasangan sebaiknya memiliki komunikasi yang baik. Sehingga manakala terjadi pertikaian, proses rekonsiliasi bisa berjalan dengan lebih mudah.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet