© Shutterstock
Banyak yang mengatakan mengenai bahaya menelan atau tertelannya permen karet. Ada yang bilang bisa menyebabkan usus buntu karena pemen karet tidak bisa dicerna. Namun, apakah benar demikian?
Ilustrasi Wanita Makan Permen Karet © Shutterstock
Namun ternyata melansir dari Hellosehat.com, permen karet memang dirancang untuk tidak ditelan. Permen karet memiliki tekstur yang kenyal dan lengket, sebab mengandung getah karet alam atau karet butil.
Bahannya jadi sintetis sehingga tidak bisa dipecah maupun dicerna oleh tubuh. Saat menelan permen karet, yang dipecah hanya karbohidrat dan minyak pada permen karet. Namun, kandungan karet pada permen karet tetap kebal oleh enzim, bahkan asam lambung pun tidak bisa memecah dan mencerna karet ini.
Namun, bukan berarti jika permen karet tertelan jadi khawatir. Sebab meski tidak bisa dicerna, permen karet yang tertelah tetap bergerak melalui saluran pencernaan, melewati lambung dan usus, hingga akhirnya bergabung dengan feses dan terbuang dari anus.
Bukan berarti pula permen karet langsung segera keluar. Karena bahannya, permen karet perlu waktu beberapa hari agar bisa keluar. Mungkin bisa memakan waktu 2-3 hari.
Meski bisa dibilang tidak berbahaya, tapi pada suatu kasus tertelannya permen karet bisa menyebabkan sembelit, sehingga jaid susah untuk buan air besar. Jadi sebaiknya ketika makan permen karet, jangan sampai tertelan, ya!
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet