© Jonathan Turley
Teguran di atas pasti pernah atau bahkan sering kamu dengar dari mulut orang tua kepada anaknya. Ya, mainan dan bermain memang hal yang nggak bisa terlepas dari seorang anak. Lewat bermain, anak juga belajar dan mengasah kemampuan otaknya. Tapi apakah perlu untuk membedakan mainan apa yang anak mainkan berdasarkan jenis kelaminnya?
Menanggapi keresahan ini, Prof. Melissa Hines dari Cambridge University, melansir The Guardian, menjelaskan bahwa memang ada kesenjangan gender dalam permainan anak.
Penelitian menemukan bahwa otak anak laki-laki memang cenderung untuk mengekspresikan minat awal pada permainan motorik dan fisik, seperti mobil-mobilan dan bola. Sementara otak anak perempuan cenderung mengekspresikan minat pada bermain peran, seperti boneka dan rumah-rumahan.
Kecenderungan ini lalu dijadikan sebagai pembeda. Sebut saja misalnya di toko mainan. Mereka (toko mainan) pasti akan memisahkan mainan berdasarkan laki-laki dan perempuan.
ilustrasi anak bermain game © ISTOCKPHOTO
Perbedaan ini menyalahi hakikat bermain, yaitu mendorong anak untuk merasakan experience bermain dengan bermacam permainan yang menurut mereka menyenangkan. Nggak ada batasan dan nggak dibedakan antara mainan anak laki-laki dan perempuan.
Elizabeth Sweet, sosiologis dan dosen di University of California, mengatakan membedakan mainan berdasarkan gender bisa menimbulkan efek negatif buat anak.
ilustrasi anak bermain © 2020 https://www.diadona.id / @ mynannycircle
Anak bakal susah untuk mengembangkan minat dan bakatnya, karena secara tak langsung dibatasi. Padahal, minat dan bakat mereka harusnya bisa dikembangkan secara optimal.
Yang lebih parah lagi, membedakan mainan anak berdasarkan gender juga bisa menghambat aspirasi mereka terhadap karier saat dewasa kelak.
'Mainan khusus perempuan' bagi anak akan membuat mereka tumbuh menjadi wanita yang tenang, lemah, 'tunduk', dan memprioritaskan mengurus rumah tangga. Sementara 'mainan khusus laki-laki' akan membuat mereka memiliki sifat keras dan menghindari label lemah.
Maka, disarankan untuk mulai menetralisasi mainan anak-anak. Biarkanlah anak memilih mainan yang disukainya dan mengekspresikan diri sesuka hatinya.
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pengen Body Goals Kayak Zhao Lusi? Ini Rahasia Diet 'Ratu Drama' yang Sukses Turun 16 Kg!
Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif
Bukan Sekadar Main-Main, Ini Panduan Santai Mengenal Fase Motorik Anak dan Cara Melatihnya

Pigmenta Nusantara, UIFW Hadirkan Dialog Tradisi dan Keberlanjutan Lewat Trunk Show Eksklusif

Sah! Brisia Jodie dan Jonathan Alden Mengikat Janji di Katedral

Resmi Jadi Ibu, Vior Melahirkan Putri Pertama dengan Nama Cantik, Wajah Baby V Bikin Penasaran

Akhirnya Sah! Dara Arafah dan Rehan Mubarak Resmi Menikah di Tanah Suci

Amanda Manopo Umumkan Hamil Anak Pertama, Sara Wijayanto Siap Jadi 'Buyang'