© Shutterstock.com/id/g/aslysun
Selama pandemi Covid-19 masih terjadi, sebagian besar dari kita memang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Pekerjaan yang semula bisa dilakukan di kantor, kini harus dialihkan di rumah. Alhasil, kita bisa beraktivitas seharian di depan laptop serta ponsel.
Meski terlihat lebih enak karena bisa bekerja dari rumah, nyatanya ada dampak-dampak tidak terduga dari masifnya penggunaan gadget. Gadegt memancarkan cahaya berenergi tinggi yang dikenal dengan sebutan blue light, yakni bagian dari spektrum cahaya tampak.
Melansir dari Cosmopolitan, blue light memiliki energi tinggi namun panjang gelombangnya pendek. Jenis cahaya ini bisa menyebabkan kerusakan radikal bebas pada kulit dan memicu stres oksidatif.
Ilustrasi Paparan Blue Light dari Gadget © shutterstock.com/id/g/aslysun
Paparan sinar blue light terhadap kulit yang terjadi secara terus menerus bisa menimbulkan tanda-tanda penuaan dini, seperti garis halus, kerutan, dan bintik hitam. Lebih dari itu, blue light bisa menyebabkan keratinosit, yakni kerusakan sel yang menyebabkan perubahan tekstur dan dispigmentasi kulit.
Blue light memiliki kemampuan untuk menembus hingga lapisan terdalam kulit, di mana tempat serat kolagen dan elastin berada. Kemampuan tersebut membuat blue light 'hanya' butuh waktu 30-60 menit untuk merusak kulit.
Parahnya lagi, semakin sering kulit terpapar blue light, maka proses perbaikan kulit yang terjadi selama malam hari juga akan terganggu. Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk melindungi kulit dari paparan sinar blue light?
1. Aktifkan night mode
Ilustrasi Night Mode pada Ponsel © shutterstock.com/id/g/ValerioFebbo
Gunakan setelan filter light blue atau night mode pada gadget yang kamu gunakan. Hal ini pun perlu diberlakukan saat siang hari. Kemudian, usahakan untuk bekerja pada posisi layar dengan jarak minimum yang dekat dari kulit.
2. Pakai sunscreen
Ilustrasi Pemakaian Sunscreen © shutterstock.com/id/g/aslysun
Penggunaan sunscreen itu wajib, sekalipun kamu beraktivitas di dalam ruangan. Sebaiknya pilih sunscreen yang diperkaya antioksidan, zat besi, sinc oxide, serta titanium dioxide. Untuk melindungi kulit dari sinar UV maupun sinar light blue, pilihlaj sunscreen dengan SPF 30 atau lebih untuk perlindungan lebih baik.
3. Pakai skincare yang tinggi antioksidan
Ilustrasi Serum Vitamin C © shutterstock.com/id/g/Orawan Pattarawimonchai
Rutin memakai skincare dengan bahan-bahan yang kaya antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E. Penggunaan skincare tinggi antioksidan bisa membantu menhaga kulit dari kerusakan berlebih.
Itu dia sedikit ulasan mengenai dampak light blue pada gadget terhadap kulit, serta cara mengatasinya. Sibuk beraktivitas boleh kok, tapi jangan lupa untuk tetap melindungi kulit ya!
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda
Skincare Routine Kulit Eczema: Urutan Cleanse, Repair, Moisturize, dan Protect

AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
