Ekonomi Terjerembab di Kuartal II Dampak COVID-19, Bagaimana Cara Indonesia Bangkit?

Reporter : Firstyo M.D.
Minggu, 19 Juli 2020 09:40
Ekonomi Terjerembab di Kuartal II Dampak COVID-19, Bagaimana Cara Indonesia Bangkit?
Perekonomian Indonesia masih bisa bangkit selama memenuhi beberapa syarat.


Kondisi perekonomian di banyak negara sedang terhambat kemajuannya sebagai dampak COVID-19. Terdekat, Singapura sebagai negara tetangga telah mengalami masa resesi ekonomi setelah pada kuartal II 2020 mengalami minus 41,2 persen.

Kondisi perekonomian Indonesia pun juga patut diwaspadai. Kendati tak sedalam Singapura, namun Indonesia juga mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Di kuartal II lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan Indonesia akan mencapai titik terdalam di level minus 4,3 persen.

"Titik poinya kita ada di minus 4,3 persen jadi lebih dalam dari yang kita sampaikan minus 3,8 Persen," terang Sri Mulyani seperti dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 3 halaman

Penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tajam ini disebabkan oleh beberapa sektor yang terpengaruh langsung oleh pandemi COVID-19 seperti perdagangan, manufaktur, hingga transportasi.

" Transportasi itu walaupun sudah ada relaksasi tapi tidak pulih karena orang tidak melakukan traveling, walau terjadi tapi masih kecil sekali, pertambangan berkontribusi negatif growth cukup dalam di kuartal II," lanjut Sri Mulyani.

2 dari 3 halaman

Meski begitu menurut Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Umar Joro, kemungkinan Indonesia untuk bangkit dan menghindari resesi tetap bisa terjadi selama ada pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal III dan IV 2020. Pemulihan daya beli haruslah menjadi fokus utama.

" Indonesia masih bisa menghindar dari resesi, paling tidak dengan pertumbuhan positif di triwulan ketiga dan keempat, dengan di kuartal kedua kemungkinan negatif. Fokusnya semestinya pada sisi permintaan (demand side)," terang Umar.

Untuk itu, pemerintah telah melakukan berbagai langkah sebagai stimulus seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Prakerja, serta bantuan untuk pekerja yang terkena PHK.

Penurunan tarif PPN dan subsidi upah pekerja di industri padat karya juga sangat membantu untuk menjaga permintaan tetap tinggi serta mencegah PHK.

3 dari 3 halaman

Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah, menyebut bahwa resesi adlaah hal yang tak terhindarkan. Namun kita masih bisa bangkit lewat dunia usaha dan keuangan.

" Resesi adalah sesuatu yang tidak terelakkan. Bukan yang kita inginkan, tetapi selama kita masih bisa mempertahankan dunia usaha dan sektor keuangan, maka kita masih bisa berharap untuk bisa recovery dengan cepat," jelas Piter.

 

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Pipit Eka Ramadhani

Beri Komentar