© Shanghaiist
Mendeteksi Virus Corona Wuhan sangat sulit, karena baru-baru ini virus tersebut mewabah secara masal dan menyebabkan banyak kematian.
Menurut Shanghaiist, pemeriksaan suhu telah dilakukan di bandara serta stasiun kereta api di mana penumpang dihentikan untuk memeriksa suhu mereka sebelum diizinkan untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Namun, ternyata tindakan ini tidak cukup mengidentifikasi virus corona wuhan dengan menyeluruh
Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, dari 17 orang yang meninggal karena virus corona, lima di antaranya menunjukkan gejala lain selain demam, seperti sesak dada, batuk, dan kesulitan bernapas.
Ini menunjukkan bahwa pemeriksaan suhu, ukuran paling umum yang digunakan pada , mungkin tidak mengidentifikasi beberapa orang yang terinfeksi.
Korban tertua dari virus Wuhan adalah seorang pria berusia 89 tahun yang menderita kantuk, inkontinensia, dan demam. Dia pergi ke dokter pada 5 Januari dan meninggal pada 18 Januari. Dia memiliki kondisi hipertensi sebelumnya.
Sembilan korban lain dari virus ini juga memiliki gejala yang sudah mereka miliki sebelumnya seperti diabetes, penyakit arteri koroner dan penyakit Parkinson. Delapan dari mereka berusia lebih dari 80 tahun, dua berusia 70-an, lima berusia 60-an, dan satu berusia 50-an.
Pasien termuda dikatakan sebagai wanita berusia 48 tahun
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet