Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah

Reporter : Mila Ismiranda
Jumat, 26 November 2021 07:56
Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah
Jangan sampai salah lagi ya.

Kurang darah dan darah rendah memang sering kali tertukar pengertiannya. Hal tersebut karena keduanya memang memiliki beberapa kemiripan gejala.

Kurang darah (anemia) terjadi saat jumlah sel darah merah sehat di dalam tubuh terlalu rendah. Sementara itu, darah rendah (hipotensi) adalah kondisi tekanan darah yang lebih rendah dari standar normal, tepatnya di bawah 90/60 mmHg.

Nah, perbedaan kurang darah dan darah rendah ternyata cukup signifikan lho, khususnya pada penyebab dan cara pengobatannya. Agar lebih paham, yuk simak penjelasan berikut!

1 dari 4 halaman

Perbedaan Penyebab Darah Rendah dan Kurang Darah

Ilustrasi LemasIlustrasi Lemas © Shutterstock

  1. Penyebab Kurang Darah (Anemia)
    Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah. Faktor-faktor yang menurunkan produksi sel darah merah, antara lain: 
    • Stimulasi produksi sel darah merah yang tidak memadai oleh hormon eritropoietin
    • Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat
    • Hipotiroidisme.
  2. Penyebab Darah Rendah (Hipotensi)
    Tekanan darah seseorang bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi masing-masing. Terdapat beberapa kondisi tertentu yang mampu menyebabkan tekanan darah rendah atau hipotensi, seperti: 
    • Dehidrasi
    • Kehamilan
    • Gangguan jantung
    • Gangguan endokrin
    • Infeksi berat (septikemia)
    • Reaksi alergi parah (anafilaksis)
    • Konsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

    Anemia akibat kehilangan darah ataupun zat besi, juga bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah. Sementara, darah rendah tidak termasuk penyebab anemia.

2 dari 4 halaman

Perbedaan Gejala Darah Rendah dan Kurang Darah

Ilustrasi LemasIlustrasi Lemas © Shutterstock

  1. Gejala Kurang Darah (Anemia)
    Tanda dan gejala anemia bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Berikut adalah beberapa kemungkinan gejala anemia yang bisa terjadi:
    • Kelelahan
    • Kelemahan
    • Sesak napas
    • Nyeri dada
    • Pusing atau sakit kepala
    • Tangan dan kaki dingin
    • Kulit pucat atau kekuningan
    • Detak jantung tidak beraturan
  2. Gejala Darah Rendah (Hipotensi)
    Penderita darah rendah atau hipotensi bisa mengalami beberapa gejala, di antaranya:
    • Kelelahan
    • Pusing
    • Mual
    • Kulit lembap
    • Pandangan kabur
    • Penurunan kesadaran
    • Depresi

3 dari 4 halaman

Perbedaan Pengobatan Darah Rendah dan Kurang Darah

Ilustrasi LemasIlustrasi Lemas © Shutterstock

  1. Cara Mengobati Kurang Darah (Anemia)
    Untuk anemia yang disebabkan gangguan medis tertentu, pengobatannya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi, vitamin B12, dan folat, umumnya diobati dengan pemberian suplemen dan perubahan pola makan yang tepat.

    Dalam beberapa kasus anemia parah, dokter memberikan suntikan eritropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah di sumsum tulang. Kalau mengalami perdarahan parah atau kadar hemoglobin sangat rendah, transfusi darah juga mungkin diperlukan.
  2. Cara Mengobati Darah Rendah (Hipotensi)
    Tekanan darah rendah tanpa gejala atau hanya bergejala ringan, biasanya jarang memerlukan pengobatan. Sedangkan, darah rendah yang disebabkan gangguan medis perlu ditangani sesuai penyebabnya
    , antara lain:
    • Konsumsi lebih banyak garam karena natrium bisameningkatkan tekanan darah
    • Minum lebih banyak air 
    • Pakai stoking kompresi
    • Pemberian obat-obatan darah rendah

Beri Komentar