Tertidur Kelelahan di Pinggir Jalan, Pedagang Kasur Ini Jualan sampai Dini Hari Demi Sesuap Nasi

Reporter : Riza Umami
Kamis, 23 April 2020 14:17
Tertidur Kelelahan di Pinggir Jalan, Pedagang Kasur Ini Jualan sampai Dini Hari Demi Sesuap Nasi
Beliau berdagang dari pagi sampai dini hari.

Seorang bapak adalah tulang punggung keluarga yang tak peduli siang dan malam dalam mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Itulah yang dilakukan pula oleh seorang bapak penjual kasur berikut ini.

Sang bapak bahkan sampai tertidur kelelahan di pinggir jalan saat sedang berjualan demi mencari sesuap nasi. Bapak ini bernama Pak Asmadi. Beliau sudah berdagang kasur sejak tahun 1998. Wah, sudah lama sekali ya.

1 dari 3 halaman

Sang istri pun ikut membantu beliau dengan berjualan keripik di sekolah. Namun, saat ini sekolah masih libur akibat pemberlakuan social distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona oleh pemerintah. Oleh sebab itu, penghasilan Pak Asmadi yang menjadi satu-satunya sumber ekonomi keluarga ini sekarang.

Pak Asmadi pun terpaksa tetap berjualan ke luar rumah untuk mencari uang agar bisa menyambung hidup. Beliau bahkan bekerja lebih keras, berdagang mulai dari jam 10 pagi sampai jam 2 dini hari. Bayangkan betapa lelahnya beliau. Pantas saja beliau sampai tertidur kelelahan begini.

2 dari 3 halaman

Kisah beliau dibagikan oleh sebuah akun Instagram, berikut ini.

      View this post on Instagram

Jadi tepat tengah malam kemarin kami bertemu dengan sosok Ayah super yang sedang tertidur kelelahan di pinggir jalan bersama barang dagangannya ???? jadi karna kami penasaran kenapa bapaknya masih berjualan sampai tengah malam, akhirnya kami bangunkan bapaknya. Dan setelah kami ajak berbincang, nama bapak ini Asmadi pekerjaannua berjualan kasur sudah sejak tahun 1998 lalu. Alamat rumah Titi kuning dan kami ketemu bapaknya di Jln. Wahid Hasyim (buat temen-temen yang di Medan pasti kebayang dong jauhnya)? Istri bapak bekerja sebagai jualan keripik di sekolah berhubung karena sekolah lagi libur ibu tidak bisa berjualan lagi. Jadi hanya penghasilan dari jual kasur ini tumpuan ekonomi keluarga bapak saat ini ????? ? Bapak setiap hari berjualan mulai dari jam 10 hingga jam 2 dini hari (kebayang dong bapaknya cuma istirahat beberapa jam aja dirumah), bapak berjualan mulai dari keliling dengan berjalan kaki hingga malam mangkal di simpang Jln. Wahid Hasyim Medan baru. Efek corona jualan bapak sering tidak laku dan pulang dengan tangan kosong ???? tapi setidaknya ia sudah usaha begitulah ujarnya dengan wajah sedih ????? Cr. @_alk26_? repost @semangatberbagi_official

A post shared by Ayah Hebat (@catatanseorangayah) on

Warganet pun memberikan banyak balasan dalam postingan tersebut. Pilu hati melihat perjuangan Pak Asmadi.

 

3 dari 3 halaman

@rayyaku.ra menulis, " Allah liat ikhtiar sampeyan pak... Ttp inget Allah... Jangan ditipu urusan duniawi nggih" .

@aditovich membalas, " Semoga dilipatgandakan rejekinya."

@fitriatha74 berkomentar, " Ya Allah, ga tega lihatnya, sabar ya pak, smg nanti,rejeki bapak akan melimpah, dan sehat selalu, panjang umu aamiin aaamiin aamiin."

Pak Asmadi biasanya berjualan di simpang Jalan Wahid Hasyim Medan Baru. Untuk teman-teman yang tinggal di Medan dan dekat dengan lokasi tersebut yuk bantu lariskan dagangan Pak Asmadi. Semoga jualan beliau lancar terus dan diberikan kesehatan selalu.

Beri Komentar