Kisah Pilu Dodi, Bertahun-tahun Hidup dengan Tubuh Hanya Seperti Tulang Dibalut Kulit

Reporter : M. A. Adam Ramadhan
Rabu, 23 September 2020 17:30
Kisah Pilu Dodi, Bertahun-tahun Hidup dengan Tubuh Hanya Seperti Tulang Dibalut Kulit
Sedih banget ya ampun.

Katanya, hidup memang dirancang adil sedemikian rupa. Seperti ada malam dan siang, matahari dan bulan, laki-laki dan wanita, dan seterusnya. Begitu pula dengan nasib kehidupan. Ada yang hidup bahagia, pula ada yang hidup, maaf, begitu menderita. Benarkah demikian?

 

1 dari 4 halaman

Tengok saja pria bernama Dodi (19). Berdasarkan keterangan dari IG @rumahyatim, Dodi telah hidup selama 9 tahun dengan tubuh hanya seperti tulang saja.

Hal ini bermulai ketika penyakit yang bernama polio menyerang dirinya di usianya 10 tahun. Sejak saat itu, berat Dodi turun begitu drastis. Ia kini terlihat seperti tulang yang dibalut dengan kulit.

 

2 dari 4 halaman

Selain itu, ia dulu awalnya mengalami kejang-kejang dan demam tinggi. Saraf motorik Dodi pun terganggu. Dan hingga kini, Dodi mengalami kelumpuhan.

Untuk menjalani kehidupan sehari-hari, Dodi dibantu oleh ibunya. Bahkan untuk makan pun Dodi harus memakan waktu 2 jam karena tenggorokannya terganggu.

 

3 dari 4 halaman

Ayahnya sudah meninggal, jadi ibunya begitu berjuang merawatnya, serta 2 keponakannya yang yatim. Meski demikian, Ibu Dodi begitu semangat merawatnya, walau tahu penyakit tersebut nggak bakal bisa disembuhkan.

 

4 dari 4 halaman

Ya ampun, sedih banget dengarnya. Jika kamu ada rezeki lebih, bisa donasikan di sini untuk membantu hidupnya. Bukan hanya untuk Dodi saja, tapi untuk keluarga dhuafa lainnya.

      View this post on Instagram    

Tubuh ku mulai melemah, bahkan untuk sekedar duduk pun aku tidak bisa. Sejak Sembilan tahun yang lalu Dodi (19) mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis. Bahkan kini, yang terlihat hanya tulang yang dibalut kulit. Aku terserang penyakit polio. . Penyakit polio menyerang ku sejak aku berusia 10 tahun. Awalnya aku mengalami kejang-kejang yang dahsyat disertai demam tinggi. Sejak saat itu sistem saraf motorik ku terganggu dan aku mengalami kelumpuhan hingga sekarang. . #PejuangKebaikan, tentu kita tak bisa bayangkan jika harus rasakan sakit yang dialami Dodi. Yang kita bisa, hanya sampaikan doa dan bantuan yang sangat berarti bagi Dodi melalui : http://bit.ly/igbantudodisembuh (link di bio)

A post shared by Rumah Yatim (Official) (@rumahyatim) on

Beri Komentar