© Https://medicalxpress.com
Cobaan yang bertubi-tubi harus dirasakan oleh seorang wanita Gianyar, Bali ini. Dia harus kehilangan calon buah hatinya yang meninggal dalam kandungan. Tak berhenti sampai di situ saja, dirinya kini berpotensi besar terkena virus Corona karena rapid test yang telah dia lakukan menunjukkan hasil positif.
Dilansir dari laman radarbali.jawapos.com (25/04), ibu ini dirawat di ruang isolasi Nusa Indah RSUP Sanglah. Wanita berusia 35 tahun ini harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya telah kehilangan anak dalam kandungannya.
Saat mengetahui janin dalam kandungan wanita ini sudah tak bernyawa, petugas medis dari rumah sakit pun segera melakukan tindakan cepat. Mereka pun harus melakukan operasi untuk mengeluarkan janin yang sudah meninggal ini.
Setelah selesai melakukan operasi, wanita ini pun menjalani rapid test dan ternyata hasilnya positif. Namun, pasien ini pun harus menjalani swab test untuk mengetahui apakah dirinya benar-benar terkena virus Corona atau tidak.
Meski demikian, kematian calon bayinya ini sama sekali tak ada hubungannya dengan virus Corona. Hal ini dijelaskan langsung oleh sang suami yang mengatakan bahwa plasenta di perutnya ini telah putus dan menutup jalan lahir. Sang bayi pun tak bisa diselamatkan karena hal ini.
Turut berduka jika atas kehilangan yang dialami pasien. Semoga kondisinya segera membaik dan semoga swab test menunjukkan hasil negatif virus Corona.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet