Penyakit Dispepsia adalah Gangguan Pencernaan, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Reporter : Dhewi Bayu Larasati
Rabu, 10 Juni 2020 16:03
Penyakit Dispepsia adalah Gangguan Pencernaan, Apa Penyebab dan Gejalanya?
Penyakit dispepsia ini sebenarnya bukan nama penyakit, melainkan kumpulan gejala pada saluran pencernaan bagian atas, akibat penyakit maag atau asam lambung.

Penyakit dispepsia disebut juga dengan gangguan pencernaan. Sebenarnya ini bukan penyakit sih, melainkan sekelompok gejala. Tapi karena banyak orang yang memasukkan pencarian dispepsia ini sebagai suatu penyakit, maka untuk artikel Diadona kali ini kita sebut dengan penyakit dispepsia aja kali ya.

Istilah dispepsia ini mengacu pada sekelompok gejala, termasuk kembung, tidak nyaman, mual, dan bersendawa. Dalam sebagian besar kasus, gangguan pencernaan terkait dengan makan atau minum. Namun juga dapat disebabkan oleh infeksi atau penggunaan obat-obatan tertentu.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Penyakit Dispepsia?

Penyakit DispepsiaPenyakit Dispepsia © shutterstock.com/Backgroundy

Penyakit dispesia adalah gangguan pencernaan, penyakit fungsional di mana organ gastrointestinal (GI), terutama lambung dan bagian pertama dari usus kecil, berfungsi secara tidak normal. Gejala sakitnya tuh berfluktuasi dalam frekuensi dan intensitas.

Maksudnya, kadang penyakit dispepsia ini bisa berlangsung setiap hari atau cuman sebentar-sebentar selama berhari-hari atau bermingung-minggu.

2 dari 3 halaman

Pengertian Penyakit Dispepsia

Penyakit DispepsiaPenyakit Dispepsia © shutterstock.com/Backgroundy

Karena pengertian penyakit dispepsia ini merujuk pada penyakit pencernaan, maka gejalanya nggak jauh-jauh dari sistem pencernaan.

  • Mual
  • Bersendawa
  • Rasa sakit
  • Perasaan kenyang, atau kenyang
  • Perasaan kembung

Kalau nggak segera membaik dan bertambah parah, mendingan segera cari bantuan dokter deh. Karena, gangguan pencernaan bisa jadi gejala kanker lambung, meski hal tersebut jarang banget terjadi.

Penyakit dispepsia dengan gejala ringan jarang banget mendapatkan perawatan. Namun perlu mendapat perhatian jika gejalanya berlanjut lebih dari 2 minggu.

Kalau hal-hal berikut terjadi, maka penderita harus mendapatkan perawatan darurat:

  • Kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan
  • Muntah
  • Nggak mampu menelan
  • Penyakit kuning
  • Nyeri dada saat beraktivitas
  • Sesak napas
  • Berkeringat

Gejala penyakit dispepsia ini sering tumpang tindih dengan asam lambung, meski keduanya adalah dua kondisi yang terpisah dan terjadi pada waktu yang sama.

Gimana Mencegah penyakit Dispepsia?

Diet tinggi serat adalah cara yang baik untuk mengelola kesehatan pencernaan. Serat punya efek membersihkan usus dan membuat pencernaan menjadi lebih halus, sehinga proses buang air besar jaid lebih bersih.

Contohnya nih, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan, dan makanan gandum. Selain itu, makan yogurt dan juga sereal bagus untuk pencernaan.

Yang nggak kalah penting, hindari makanan pedas dan berminyak, dan pastikan untuk mengonsumsi cairan setiap kali makan, karena ini membantu memindahkan makanan melalui saluran pencernaan.

Kalau gejal terus berlanjut, penderita bisa membeli antasid, inhibitor pompa propton atau prokinetik.

3 dari 3 halaman

Penyebab Penyakit Dispepsia

Kopi Penyebab Penyakit DispepsiaKopi Penyebab Penyakit Dispepsia © 2020 medicalnewstoday.com/

Gaya hidup seseorang dan makanan yang dikonsumsi kerap disebut sebagai penyebab penyakit dispepsia. Selain itu juga dapat dikaitkan dengan infeksi atau kondisi pencernaan lainnya.

Gejala penyakit dispepsia yang muncul dipicu oleh asam lambung yang bersentuhan dengan mukosa. Asam lambung memecah mukosa, menyebabkan iritasi dan peradangan . Ini memicu gejala gangguan pencernaan yang tidak nyaman.

Penyebab umum dari penyakit dispepsia ini, meliputi:

  • Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
  • Makan makanan berlemak, berminyak, atau pedas
  • Minum terlalu banyak kafein atau alkohol
  • Terlalu banyak mengonsumsi cokelat atau soda
  • Trauma emosional
  • Batu empedu
  • Gastritis, atau radang lambung
  • Hiatus hernia
  • Infeksi, terutama dengan bakteri yang disebut Helicobacter pylori ( H. pylori )
  • Kegugupan
  • Kegemukan
  • Pankreatitis , atau radang pankreas
  • Tukak lambung
  • Merokok
  • Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Kanker perut

Saat dilakukan pemeriksaan namun dokter nggak bisa menemukan penyebabnyanya, penderita tersebut mungkin mengalami penyakit dispepsia fungsional. Ini merupakan jenis gangguan pencernaan tanpa penyakit struktural atau metabolisme untuk menjelaskan gejalanya. Penyebabnya bsia dikarenakan gangguan lambung yang mencegahnya menerima dan mencerna makanan dengan cara normal.

Penyakit dispepsia ini seringkali bergejala ringan, dan bisa banget diatasi cuman dengan perubahan pla makan dan gaya hidup.

Beri Komentar