Ilmuan Temukan Cara untuk Hidup Abadi Dengan Membekukan Diri, Bagaimana Bisa?

Reporter : Mila Ismiranda
Senin, 27 September 2021 07:57
Ilmuan Temukan Cara untuk Hidup Abadi Dengan Membekukan Diri, Bagaimana Bisa?
Apakah benar-benar terbukti?

Dr. James Hiram Bedford, adalah seorang profesor psikologi di University of California-Berkeley. Tahun 1967, ia meninggal karena kanker ginjal yang dideritanya. Tapi proses kematian Bedford sungguh tak biasa. Tubuhnya yang baru saja mengembuskan napas terakhir itu dengan cepat dibekukan. 

Istilah pembekuan manusia ini dinamakan cryonics. Penelitian cyonics ternyata sudah dilakukan selama 50 tahun. Menurut prediksi, sekitar tahun 2045 nanti pengetahuan dan teknologi cryonics sudah cukup lengkap untuk membangkitkan Bedford dan semua orang yang dibekukan di laboratorium. Dengan kata lain mereka bisa dihidupkan kembali.

1 dari 6 halaman

Pertama Kali Digagas Tahun 1962

Bermula di tahun 1962. Seorang ahli fisika Robert C. W. Ettinger dalam bukunya The Prospect of Immortality, mengatakan bahwa manusia bisa membekukan dan mengawetkan dirinya hingga nanti 'dibangkitkan' lagi ketika teknologi sudah canggih.

Ettinger meninggal dunia pada 2011 lalu di usia 92 tahun. Tubuhnya pun juga menjalani cryonics dan masih berada di dalam tangki sampai sekarang

2 dari 6 halaman

Konsep Cryonics

Cryonics adalah proses pengawetan tubuh manusia dengan cara membekukannya di suhu yang sangat rendah. Tujuannya yaitu untuk membangkitkan kembali tubuh yang beku. Bukan sekarang, tapi suatu hari nanti saat teknologi telah memadai.

Jika benar berhasil, maka tubuh-tubuh yang beku itu akan berhasil dihidupkan kembali. Tapi jika tidak, mereka mungkin selamanya akan berada di dalam tangki beku.

3 dari 6 halaman

Terinspirasi oleh Kasus Asli

Banyak ilmuwan menganggap cryonics bisa dilakukan karena ada beberapa kasus langka di mana manusia yang membeku bisa hidup kembali.

Salah satunya yang dialami oleh Jean Hilliard tahun 1980. Ia pingsan dan membeku setelah berjalan beberapa jam di tengah suhu -22 derajat celsius. Suhu tubuh Hiliiard kala itu mencapai -10 derajat celsius.

Tapi, setelah tubuhnya dihangatkan petugas medis selama kurang lebih enam jam, perempuan tersebut bangun. Kondisinya pun normal, tanpa ada memori yang hilang.

Selain Hilliard, masih ada beberapa kasus lain yang serupa. Inilah salah satu alasan sejumlah ilmuwan terus ingin meneliti cryonics.

4 dari 6 halaman

Bagaimana Cara Melakukan Cryonics?

Melansir Interesting Engineering dan channel YouTube Reactions, pada dasarnya cryonics punya tiga langkah utama:

  • Seseorang yang akan menjalani cryonics harus dinyatakan 'legally dead', bukan 'totally dead'. 'Legally dead' menunjukkan bahwa jantung sudah berhenti berdetak, tapi otak masih belum mati.

    Saat jantung berhenti memompa darah, pasien harus cepat-cepat dijemput oleh tim cryonics. Mereka akan segera membekukan pasien ke dalam es, menyuntikkan oksigen, dan cairan anti-koagulan (anti-pembekuan) agar darah tidak membeku.

  • Sesampainya di laboratorium, petugas akan menyedot semua cairan yang ada di dalam sel dan menggantikannya dengan bahan kimia bernama cryoprotectant. Senyawa yang terbuat dari gliserol ini berfungsi untuk mencegah sel berubah menjadi es. Kenapa?

    Karena ketika sel kita membeku, struktur di dalamnya berubah. Mereka membutuhkan ruang yang lebih besar daripada sebelumnya. Ketika ini terjadi, sel pun akan meledak. Tentu saja ini bukanlah hal yang bagus karena nantinya pasien tak bisa dibangkitkan dalam kondisi asal.

  • Saat tubuh sudah siap untuk 'tidur' dalam jangka waktu yang tak terbatas, ia akan didinginkan di kotak yang terbuat dari es kering sampai suhunya mencapai -130 derajat celsius. Kemudian tubuh disimpan di dalam tangki logam berisi nitrogen cair bersuhu -196 derajat hingga nanti ia dibangkitkan kembali.

5 dari 6 halaman

Belum Bisa Menghidupkan Kembali

Sejak cryonics dipraktikkan pertama kali di tahun 1967, belum ada satu pun tubuh yang dibangkitkan. Tentu saja ini adalah hal yang sangatlah kompleks dan belum berhasil dipelajari oleh siapa pun. 

Terlebih lagi, proses menghidupkan kembali kemungkinan besar akan mematikan sejumlah besar sel yang diawetkan. Ilmuwan menilai teknologi saat ini belum cukup canggih untuk mencegah masalah-masalah yang mungkin terjadi. 

6 dari 6 halaman

Biaya Cryonics

Melansir Interesting Engineering, sampai tahun ini sudah ada sekitar 3 ribu tubuh yang dibekukan di dalam tangki cryonics. Mereka tersebar di tujuh organisasi cryonics yang ada di dunia. 

Berapa ya harganya? Seluruh proses cryonics diperkirakan membutuhkan biaya sekitar US$150 ribu atau setara dengan Rp2,2 miliar. Tentunya ada potongan harga jika kamu hanya ingin kepalamu saja yang dibekukan.

Jadi, intinya apakah penelitian ini berhasil? Kita lihat saja ya sampai tahun 2045! Gimana, tertarik mencoba?

Beri Komentar