Gejala Penyakit Campak dan Rubella pada Anak dan Orang Dewasa

Reporter : Dhewi Bayu Larasati
Sabtu, 29 Februari 2020 14:58
Gejala Penyakit Campak dan Rubella pada Anak dan Orang Dewasa
Kalau di tahun ini masih ada temen kamu yang bilang perlu vaksin campak biar nggak dicampakkan pacar, fixed, nggak usah ditemenin!

Meskipun vaksin yang aman dan gratis untuk penyakit campak sudah tersedia, dalam catatan WHO terdapat 140 ribu kematian akibat campak secara global di tahun 2018 lalu. Sebagian besar menimpa anak-anak di bawah usia lima tahun.

Padahal, vaksinasi campak telah menyebabkan penurunan 73 persen kematian antara tahun 2000 hingga 2018 di seluruh dunia. Padahal, vaksinasi campak telah berhasil menuruunkan 73% kematian akibat campak antara tahun 2000 dan 2018 di seluruh dunia.

Selama 2000-2018, vaksinasi campak mencegah sekitar 23,2 juta kematian menjadikan vaksin campak salah satu yang terbaik dibeli di kesehatan masyarakat.

Penyakit campak sangat mudah menular. Infeksinya jugadapat menyebar dengan mduah dari satu orang ke orang yang lain.

Orang yang rentan terkena virus campak memiliki kemungkinan 90 persen terinfeksi. Selain itu, orang yang terinfeksi dapat terus menyebarkan virus ke mana saja antara 9 dan 18 orang yang rentan.

1 dari 4 halaman

Penyakit Campak dan Rubella

Ilustrasi Penyakit CampakIlustrasi Penyakit Campak © pregnantincapetown.co.za

Campak adalah penyakit serius yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Sebelum pengenalan vaksin campak pada tahun 1963 dan vaksinasi luas, epidemi besar terjadi kira-kira setiap 2-3 tahun. Dampaknya nggak tanggung-tanggung, ada 2,6 juta kematian setiap tahun.

Dari catatan WHO, lebih dari 140.000 orang meninggal akibat campak pada tahun 2018 - sebagian besar anak di bawah usia 5 tahun, meskipun ketersediaan vaksin yang aman dan efektif.
Jadi, salah siapa, hayo?

Penyakit campak disebabkan oleh virus dalam keluarga paramyxovirus dan biasanya dilewatkan melalui kontak langsung dan melalui udara. Virus menginfeksi saluran pernapasan, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Nah, penyakit campak ini sering dikaitkan dengan rubella, yakni yang kerap disebuts ebagai campak Jerman. Padahal, inis alah kaprah. Keduanya disebabkan oleh dua virus yang berbeda, ya.

Nggak seperti campak yang bsia menular, rubella ini nggak bsia menular lho. Tapi komplikasinya bisa serius kalau menyerang perempuan yang sedang hamil.

Virus campak dan rubella memiliki kesanaam dalam hal:

  • dapat menyebar melalui udara dari batuk dan bersin
  • menyebabkan demam dan ruam yang khas
  • hanya terjadi pada manusia

Makanya, vaksinasi penyakit campak itu penting banget. Dua dosis campak punya keefektifan hingga 97 persen mencegah infeksi campak.

Sayangnya, banyak orang yang masih menolak vaksin dengan berbagai alasan persona, satu yang paling sering yakni takut pada efek pasca vaksin. Padahal, efek sampingnya ringan dan hilang dalam beberapa hari.

Vaksin dikaitkan dengan jumlah trombosit yang rendah atau kejang . Sebagian besar anak-anak dan orang dewasa yang menerima vaksin campak tidak mengalami efek samping.

Beberapa orang percaya kalau vaksin campak dapat menyebabkan autisme pada anak-anak. Untuk itu dilakukan penelitian hingga bertahun-tahun lamanya. Hasilnya? Nggak ada hubungan antara vaksin dan autisme.

2 dari 4 halaman

Gejala Penyakit Campak

Ilustrasi Penyakit CampakIlustrasi Penyakit Campak © cdc.gov

Gejala penyakit campak umumnya muncul pertama kali dalam 10 hingga 12 haru setelah terpapar oleh virus. Gejala yang nampak biasanya berbentuk:

  • Batuk
  • Demam
  • Hidung meler
  • Mata merah
  • Sakit tenggorokan
  • Bintik-bintik putih di dalam mulut

Tanda klasik pada penyakit campak biasanya berbentuk ruam kulit yang meluas. Ruam ini muncul pada hari ke-14 setelah terpapar, dan biasanya bertahan selama 7 hari.

Setelah beberapa hari, ruam ini akan meletus. Setelah lebih dari 3 hari maka ruam menyebar, hingga mencapai tangan dan kaki. Setelah berlangsung selama 5 hari maka ruam akan memudah.

Lalu dari mana kah tingginya angka kematian pada campak itu?

Yakni dari komplikasi yang terkait dengan masalah penyakit campak, misalny berupa kebutaan ensefalitis (infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak), diare parah dan dehidrasi terkait, infeksi telinga, atau pernapasan parah.

Campak parah lebih mungkin terjadi pada anak-anak muda yang kurang gizi, terutama mereka yang kekurangan vitamin A, atau yang sistem kekebalannya telah dilemahkan oleh HIV / AIDS atau penyakit lainnya.

3 dari 4 halaman

Penyakit Campak pada Orang Dewasa

Ilustrasi Penyakit CampakIlustrasi Penyakit Campak © webmd.com

Penyakit campak sering dikaitkan dnegan anak-anak, bukan berarti orang dewasa nggak bsia terkena lho ya. Orang yang tidak pernah divaksin campak berisiko terkena penyakit ini di kemudian hari.

Dikutip dari healtline.com, orang dewasa yang lahir di selama atau sebelum 1957 akan kebal secaara alami dengan penyakit campak ini. Mengapa? Karena vaksin pertama kali dilisensikan di tahun 1963. Sebelum masa itu tuh, kebanyakan orang secara alami telah kebal dengan campak.

Kalau orang dewasa tersebut belum pernah divaksin dan nggak yakin dengan status vaksinasi mereka, maka mereka boleh kok datang ke dokter untuk minta vaksin. Idelanya, satu dosis vaksin direkomendasikan untuk satu ornag dewasa yang belum pernah divaksinasi.

4 dari 4 halaman

Pantangan Penyakit Campak

Ilustrasi Penyakit CampakIlustrasi Penyakit Campak © independent.co.uk

Sayangnya, nggak ada pengobatan antivirus khusus untuk penyakit campak ini. Dari laman WHO.int, komplikasi parah dari campak dapat dikurangi melalui perawatan suportif dengan nutrisi yang baik, asupan cairan yang cukup dengan rehidrasi oral yang direkomendasikan WHO.

Penderita penyakit5 campak harus menerima dua dosis suplemen A yang diberikan selama 24 jam terpisah. Perawatan ini berfungsi untuk mengembalikan kebutuhan vitamin A.

Ada beberapa intervensi yang tersedia bagi mereka yang mungkin terpapar oleh virus campak. Intervensi tersebut akan membantu mencegah infeksi dan mengurangi keparahannya. Diantaranya,

vaksin campak, diberikan dalam 72 jam setelah paparan
dosis protein imun yang disebut imunoglobulin, yang dikonsumsi dalam waktu enam hari setelah terpapar

Pencegahan campak tentu saja dnegan melakukan vaksinasi. Nggak perlu khawatir, vaksin campak telah terbukti aman dan efektif selama hampir 60 tahun

Vaksin campak sering dimasukkan dengan vaksin rubella dan / atau gondong. Menambahkan rubella ke vaksin campak hanya sedikit meningkatkan biaya, dan memungkinkan untuk pengiriman bersama dan biaya administrasi.

Beri Komentar