8 Gejala Darah Tinggi pada Usia Muda dan Cara Mengatasinya

Reporter : Dhewi Bayu Larasati
Selasa, 24 Maret 2020 21:37
8 Gejala Darah Tinggi pada Usia Muda dan Cara Mengatasinya
Gejala darah tinggi yang paling sering diketahui adalah terjadinya rasa sakit kepala. Eh, tapi apakah selalu demikian?

Tekanan darah tinggi atau yang sering disebut dengan hipertensi, terjadi saat tekanan darah yang mengalir dalam pembuluh berada dalam level yang nggak sehat. Pengukuran ini memperhitungkan berapa banyak darah yang lewat di pembuluh darah dan jumlah retensi yang dipenuhi darah saat jantung memompa.

Laporan dari JNC 7 seperti yang dilansir di laman webmd.com menyatakan, terdapat pedoman untuk kategorisasi tekanan darah tinggi sebagai berikut:

Normal : Kurang dari 120/80
Tinggi : 120-129 / di bawah 80
Hipertensi. 130/80
Hipertensi tahap 2. 140/90

Kalau angka tekanan darah kamu 120/ 80, maka angka 120 menunjukkan tekanan sistolik, atau tekanan darah terhadap dinding arteri saat sedang berdetak. Sedangkan angka 80 mewakili tekanan diastolikyakni tekanan di antara detakan.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi (HBP), terjadi ketika pengukuran sistolik 130 atau lebih tinggi atau pengukuran diastolik 80 atau lebih tinggi. Kondisi ini muncul karena faktor resistensi pembuluh darah dan juga seberapa keras jantung bekerja. Semakin sempit arteri dan semakin banyak darah yang dipompa jantung, maka tekanan pada dinding arteri bakal semakin meninggi. Kalau kondisi ini dibiarkan terus, maka dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya penyakit jantung.

Salah satu hal yang paling berbahaya dari penyakit ini yakni bisa aja lho tekanan darah kamu tinggi tapi kamu nggak menunjukkan gejala apapun. Karena faktanya, hampir sepertiga orang mengalaminya. Dan satu-satunya cara buat tahu ya dengan mekakukan pemeriksaan rutin.

Ini penting banget, apalagi kalau ada kerabat dekat kamu yang punya riwayat sakit serupa.

Kenapa ini penting? Karena walaupun tanpa adanya gejala darah tinggi, bisa jadi sudah terdapat keruskana pembuluh darah dan jantung, dan itu nggak bisa terdetksi. Tekanan darah tinggi yang nggak terkontrol bisa meningkatkan masalah kesehatan yang serius, seperti serangan jantung dan juga stroke.

Tekanan darah tinggi umumnya berkembang bertahun tahun. Untungnya, gejala darah tinggi yang terlihat sangat mudah dideteksi, dan kamu bisa langsung datang ke dokter untuk menerima perawatan lebih lanjut.

1 dari 3 halaman

Gejala Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Ilustrasi Wanita PusingIlustrasi Wanita Pusing © 2019 https://www.diadona.id/medicalnewstoday.com

Gejala darah tinggi umumnya nggak terlihat, dan banyak orang yang nggak mengalaminya. Mungkin perlu bertahun-tahun sampai puluhan tahun buat mencapai kondisi di mana gejala darah tinggi bisa terjadi.

Gejala darah tinggi yang berat, diantaranya:

  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Mimisan
  • Sakit dada
  • Perubahan visual

Sekali lagi nih sesuai dengan yang tertulis dalam laman healthline.com, kalau gejala darah tinggi di atas baru bisa terluhat saat kondisi penyakit tersebut sudah menahun.

Dilansir dari heart.org, banyak banget mitos yang berkembang di masyarakat mengenai gejala darah tinggi ini.

Mitos

Gejala darah tinggi berupa gugup, berkeringat, sulit tidur, atau wajah yang memerah

Fakta

Gejala darah tinggi sering tak muncul Dan karena penyakit ini berbahaya, banyak yang menjulukinya sebagai silent killer. Bisa banget lho kamu mengetahui masalah ini karena pemeriksaan darah rutin, tapi karena belum merasakan gejala darah tinggi maka kamu meremehkannya. Padahal, hal tersebut berarti kamu sedang mengambil risiko besar dalam hidup.

Mitos

Sakit kepala atau mimisan katanya sih merupakan gejala darah tingi.

Fakta

Bukti terbaik nggak menunjukkan kalau gejala darah tinggi bisa berupa mimisan atau sakit kepala, kecuali dalam kasus krisis hipertensi. Apa itu? Yakni ketika tekanan darah mencapai 180/120 mm Hg atau lebih tinggi dan ini merupakan kondisi medis darurat.

Kalau kamu merasakan gejala darah tinggi tersebut lalu melakukan tes dan muncul angka itu, jangan panik. Tunggu lima menit, lalu lakukan tes ulang. Kalau bacaannya tetap atau malah lebih tinggi, maka kamu harus segera ke dokter.

Berbagai gejala darah tinggi mungkin bisa muncul, meski nggak selalu langsung berkaitan atau benar-benar disebabkan oleh penyakit tersebut. Diantaranya:

Bintik-Bintik Merah di Mata

Bintik-bintik darah di mata juga bisa merupakan gejala darah tinggi, meski nggak selalu demikian. Dan hal ini nggak bisa selalu dijadikan patokan kemunculan gejala, karena seringnya pemeriksaan bintik di mata ini dilakukan setelah seseorang sudah terkena tekanan darah tinggi.

Bintik pada mata tersebut merupakan pertanda adanya kerusakan pada saraf optik yang disebabkn karena tekanan darah tinggi yang nggak segera diobati.

Wajah Memerah

Gejala darah tinggi berupa memerahnya wajah ini terjadi karena pembuluh darah di wajah yang membesar. Ini terjadi secara tak terduga, atau sebagai respon terhadap pemicu tertentu seperti paparan sinar matahari, cuaca dingin, makanan pedas, angin, minuman panas dan produk perawatan kulit.

Lebih ringkasnya nih, wajah yang memerah bisa jadi merupakan gejala tekanan darah tinggi, namun tekanan darah tinggi bukan selalu jadi penyebab kemerahan di wajah.

Pusing

Mungkin kamu sering mendengar kalau pusing adalah gejala darah tinggi. Padahal, ini bisa saja terjadi karena efek samping penggunaan obat tersebut.

Yang perlu diingat kalau pusing nggak boleh diabaikan, terutama kalau kemunculann terjadi secara tiba-tiba. Kenapa? Karena pusing mendadak, kehilangan keseimbangan atau koordinasi sampai kesulitan berjalan bisa jadi merupakan tanda-tanda peringatan terjadinya stroke.

Yang paling penting dan sangat direkomendasikan, yakni kamu nggak boleh mendiagnosa diri sendiri. Diagnosa klinis cuman boleh dibuat oleh profesional kesehatan, walaupun kamu merasa sakit di badan hampir mirip dengan gejala darah tinggi.

Yang kedua, yakni ketahui secara pasti dan teratur berapa tekanan darah. Karena sekali lagi, gejala darah tinggi sering tak terlihat.

2 dari 3 halaman

Gejala Darah Tinggi di Usia Muda

Ilustrasi Tekanan DarahIlustrasi Tekanan Darah © americandentalclinic.com

Pernah denger nggak sih kalau orang bilang " masih muda kok bisa kena penyakit darah tinggi?" . Padahal, ini bisa banget terjadi.

Sepuluh tahun yang lalu, masih sangat jarang ditemukan kasus tekanan darah tinggi menimpa seorang dengan usia muda. Tapi saat ini, hal tersebut seolah nggak bikin kaget lagi. Angkanya terus meningkat seiring dengan peningkatan angka obesitas.

Gejala tekana darah tinggi pada orang muda ngakjauh berbeda dengan yang dialami oleh mereka yang sudah tua. Pun untuk perawatanny juga sama aja kok, yakni dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan tertentu.

3 dari 3 halaman

Gejala Darah Tinggi dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Makanan Penurun Darah TinggiIlustrasi Makanan Penurun Darah Tinggi © https://www.rawpixel.com

Penyesuaian gaya hidup dan pengobatan standar merupakan lini pertama untuk pengobatan, sehingga gejala darah tinggi nggak munul lagi. Ada beberapa cara mengatasi yang bisa kamu lakukan, diantaranya:

Latihan Fisik secara Teratur

Biar gejala darah tinggi nggak menyerang, kamu perlu olahraga paling enggak 150 menit intensitas sedang, latihan aerobik setiap minggu, atau 75 menit seminggu olahraga intensitas tinggi.

Ini berlaku juga untuk pencegahan, lho. Dan contoh olahraga yahg cocok diantaranya jalan-jalan, jogging, bersepeda atau berenang.

Manage Stres

Menghindari atau belajar mengelola stres dapat membantu seseorang mengendalikan penyakit dan menghindari munculnya gejala darah tinggi.

Meditasi, mandi air hangat, yoga , dan sekadar berjalan-jalan adalah teknik relaksasi yang dapat membantu menghilangkan stres. Dan janga lupa untuk mengurangi rokok.

Obat

Beberapa orang mungkin akan mengkonsumsi obat utuk meredakan gejala darah tinggi atau menurunkan tekananya, diantaranya:

  • Diuretik, termasuk tiazid, klorthalidon, dan indapamid
  • Beta-blocker dan alpha-blocker
  • Blocker saluran kalsium
  • Agonis pusat
  • Inhibitor adrenergik perifer
  • Vasodilator
  • Inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE)
  • Penghambat reseptor angiotensin

Turunkan Asupan Garam

Udah seing denger kan di masyarakat kita kalau makan garam bikin darah tinggi kumat? Menurut JNC 7, menurunkan garam hingga 1.600 mg per hari punya efek yang mirip dengan terapi obat

Orang harus menghindari konsumsi alkohol, narkoba, tembakau, dan junk food untuk mengatasi stres, karena ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan komplikasi hipertensi.

Beri Komentar