17 Gejala Maag Kronis, Akut dan Cara Mengatasinya

Reporter : Dhewi Bayu Larasati
Rabu, 4 Maret 2020 18:05
17 Gejala Maag Kronis, Akut dan Cara Mengatasinya
Saking seringnya penyakit ini, kayaknya hampir semua orang pernah merasakan gejala maag deh. Iya nggak sih, gaes?

Maag atau yang sering juga disebut dengan gastritis terjadi ketika lapisan lambung meradang atau membengkak. Penyebab utamanya sih karena kebiasaanmakan yang tidak teratur, sera bebreapa hal lain yang mungkin tidak sadar sering kamu lakukan.

Yuk simak terus artikel Diadona di bawah untuk mengenali berbagai gejala maag dan cara mengatasinya.

1 dari 4 halaman

Gejala Maag Kronis

Ilustrasi Sakit PerutIlustrasi Sakit Perut © aidsmap.com

Yang menjadi penyebab dari munculnya gejala maag yakni karena lemahnya lapisan perut, sehingga cairan pencernaan bisa merusak si lapisan trsebut. Nggak cuman itu doang sih, ada juga penyebab gejala maag berupa infeksi bakteri Helicobacter pylori pada lapisan perut tersebut.

Jadi begini ceritanya. Lapisan perut kita tuh punya kelenjar yang menghasilakn enzim lambung dan senyawa penitng lainnya, salah satunya yakni enzim pepsin.

Apa sih tugas mereka? Well, asam lambung memecah makanan dan melindungui tubuh dari infeksi, smeneara
Apa sih tugas mereka? Wel, asam lambung memecah makanan dan melindungui tubuh dari infeksi, sementara pepsin bertugas untuk memecah protein.

Nah, asam ini cukup kuat lho untuk merusak perut. Syukurnya nih, perut juga punya lapisan lendir untuk melindungi dirinya sendiri.

Gejala maag kronis akan muncul saat perut meradang, sehingga lapisan perut akan berubah dan perut aka kehilangan beberapa sel pelindungnya. Penyebabnya bisa karena bakteri, obat-obatan tertentu, stres kronis, atau masalah sistem kekebalan tubuh lainnya.

Kayak yang sering terjadi ke kita kita ini, pola makan yang nggak teratur sering jadi penyebab munculnya gejala maag. Dilansir dari liputan6.com, telat makan yang berarti terjadinya kekosongan lambung, bisa menyebakan semakin parahnya gesekan pada dinding lambung atau usus halus.

Selain itu, telat makan juga dipercaya dapat memperburuk naiknya asam lambung ke arah kerongkongan, pada penderita GERD. Maka keadaan tersebut dapat memicu dan memperburuk gejala mag.

Saat kamu telat makan, maka bisa memicu produksi enzim pencernaan yang nggak memadai. Apa akibatya? Akan terjadi penghambatan proses pencernaan, dan gejala maag bisa banget muncul.

Nah, saat stres, orang jadi cenderung telat makan, kan. Yang akhirnya bisa memicu peningkatan produksi asam lambung dan adanya gesekan antar makanan dinding lambung jadi makin kuat. Akibatnya? Gejala maag jadi muncul deh.

Hampir sama kayak penyakit yang lain nih, gejala maag sendiri terbagi menjadi dua berdasarkan tingkat keparahannya, yakni kronis dan akut. Yang paling umum sih memang gejala gastritis kronis.

Beda keduanya terletak pada kecepatan penyakitnya. Misalnya nih, gejala maag akut yang muncul biasanya riba-tiba muncul lalu cenderung cepat hilang dan sebaliknya dengan gejala maag kronis.

Gejala maag kronis biasanya berlangsung lama bangset sampai bertahun-tahun atau berulang

Gejala maag ini nggak selalu terlihat nyata pada semua orang, namun yang paling umum diantaranya adalah:

  • Sakit perut bagian atas
  • Gangguan pencernaan
  • Kembung
  • Mual
  • Muntah
  • Bersendawa
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit perut bagian atas atau ketidaknyamanan
  • Perdarahan, biasanya hanya pada gastritis erosif. Gastritis disebut " erosif" jika lapisan lambung telah aus, menyebabkan jaringan menjadi asam lambun

Melansir healthline.com, gejala maag kronis memiliki beberapa jenis yang dieklompokkan berdasarkan penyebabnya, antara lain

Tipe A

Disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menghancurkan sel-sel perut. Dan itu dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin, anemia , dan kanker .

Tipe B

Merupakan gejala maag yang paling umum, disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori , dan dapat menyebabkan tukak lambung , bisul usus, dan kanker.

Tipe C

Gejala maag kronis yang ini nih disebabkan karena bahan kimia iritan seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), alkohol , atau empedu. Dan itu juga bisa menyebabkan erosi lapisan perut sampai pendarahan.

2 dari 4 halaman

Gejala Maag Akut

Ilustrasi Sakit PerutIlustrasi Sakit Perut © gballgiggs/Fotolia

Gejala gastritis akut biasanya muncul secara tiba-tiba, kayak mantan yang lama nggak kasih kabar. Ini terjadi karena adanya peradangan mendadak atau pembengkakan di lapisan perut.

Atau bisa juga sih terjadi ketika lapisan perut jadi rusak atau lemah yang kemudian membuat asam pencernaan mengiritasi lambung. Rasa sakitnya bisa parah banget dan mengganggu.

Tapi untungnya, rasa sakit karena gejala maag akut ini cuman berlangsung singkat dan mudah hilang.

Penyebabnya? bisa karena cedera, bakteri, virus, stres, atau menelan iritan seperti alkohol, NSAID, steroid, atau makanan pedas.

Nah, mungkin pernah dong kamu makan pedas trus perut langsung merasa nggak enak sebagai gejala maag akut?

Gejala maag akut lainnya juga bsia terjadi dengan intensitas yang ringan hingga parah, diantaranya:

  • Kehilangan selera makan
  • Gangguan pencernaan
  • Mual
  • Muntah
  • Muntah darah yang terlihat seperti bubuk kopi bekas
  • Rasa sakit di bagian atas perut
  • Perasaan penuh di perut bagian atas setelah makan

Beberapa kondisi ini mungkin banget terjadi pada kondisi kesehatan lainnya. Makanya untuk memastikan apakah ini merupakan gejala maag akut atau bukan, diperlukan pemeriksaan oleh dokter.

3 dari 4 halaman

Gejala Maag dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi ObatIlustrasi Obat © Michael Longmire/unsplash.com

Beberapa gejala maag akut hilang tanpa perlu cara merawatnya, cuman dengan makan makanan yang hambar aja juga bisa membantu pemulihan dengan cepat. Selain itu juga bisa banget denngan konsumsi makanan rendah asam, rendah lemak, dan rendah serat.

Tapi kalau emang mengganggu banget, bisa dengan konsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala maag. Obat tersebut diantaranya.

Antasida

dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung, dengan dosis minum setiap 30 menit jika diperlukan

Antagonis H2 seperti famotidine ( Pepcid ) dan cimetidine ( Tagamet )

Tugasnya? Untuk mengurangi produksi asam lambung dan dapat dikonsumsi antara 10 dan 60 menit sebelum makan.

Inhibitor pompa proton seperti omeprazole ( Prilosec ) dan esomeprazole ( Nexium )

Yang bertugas untuk menghambat produksi asam lambung. MObat ini hanyaboleh diminum setiap 24 jam sekali dan tidak lebih dari 14 hari.

Nggak cuman itu doang sih, kamu bisa mengurangi gejala maag dengan menerapkan gaya hidup berikut :

  • Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol
  • Menghindari makanan pedas, goreng, dan asam
  • Sering makan, makanan kecil
  • Mengurangi stres
  • Menghindari obat-obatan yang dapat mengiritasi lapisan lambung, seperti NSAID atau aspirin

4 dari 4 halaman

Beri Komentar