Saat 'R U OK?' Jadi Kebiasaan, BINUS SCHOOL Serpong Bangun Budaya Saling Peduli

Reporter : Kojiro Hyu
Selasa, 22 September 2026 21:18
Saat 'R U OK?' Jadi Kebiasaan, BINUS SCHOOL Serpong Bangun Budaya Saling Peduli
Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Menanyakan kabar seseorang terkadang terdengar seperti hal sederhana. Namun, satu pertanyaan seperti "Kamu baik-baik saja?" bisa menjadi awal dari kepedulian yang lebih berarti, terutama ketika seseorang sedang menghadapi masalah dan membutuhkan ruang untuk bercerita.

Semangat inilah yang coba dibangun BINUS SCHOOL Serpong melalui peringatan R U OK? Day pada Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut diadaptasi dari R U OK? Australia, sebuah gerakan pencegahan bunuh diri dan peningkatan kesadaran akan kesehatan mental yang mendorong setiap orang untuk membangun koneksi serta menciptakan ruang aman bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BINUS SCHOOL Serpong dalam membangun budaya saling peduli di lingkungan sekolah. Pesan yang dibawa pun sederhana, yakni meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, tetapi merupakan bentuk keberanian. Nilai tersebut ditanamkan kepada siswa mulai dari jenjang Early Years hingga Secondary.

Ketika Warna Kuning Jadi Simbol Kepedulian

Binus School
© 2026 https://www.diadona.id

Suasana berbeda terlihat di lingkungan BINUS SCHOOL Serpong saat R U OK? Day berlangsung. Para siswa, guru, dan staf kompak mengenakan pakaian berwarna kuning.

Warna tersebut bukan hanya pilihan busana untuk memeriahkan kegiatan. Kuning menjadi simbol keterbukaan bagi siapa saja yang ingin berbagi cerita dan mendapatkan ruang untuk didengarkan.

"Hari ini, seluruh siswa, guru, dan staf menggunakan warna kuning sebagai bentuk keterbukaan bagi siapa pun yang ingin bercerita. Di seluruh area sekolah, kami juga menyediakan Kindness Board untuk menyebarkan kata-kata positif. Sementara itu, di jenjang Secondary, kami memiliki Listening Corner yang melibatkan siswa relawan untuk mendengarkan cerita teman-temannya," ungkap Koordinator Wellbeing untuk Secondary BINUS SCHOOL Serpong, Inez Taniwangsa.

Tidak hanya di jenjang Secondary, pesan tentang kepedulian juga diperkenalkan kepada siswa usia dini dan Primary. Kebiasaan sederhana seperti menyapa, menanyakan kabar, dan mendengarkan orang lain diperkenalkan sebagai bagian dari keseharian.

"Di Early Years dan Primary, kami percaya bahwa budaya saling peduli dibangun melalui tindakan-tindakan kecil dalam keseharian. Kami ingin anak-anak belajar untuk peka terhadap perasaan orang lain dan memahami bahwa sesederhana menanyakan, ‘Kamu baik-baik saja?’ dapat memberikan dampak yang berarti. R U OK? Day menjadi pengingat bahwa kebiasaan untuk saling menyapa, mendengarkan, dan peduli satu sama lain perlu terus dilakukan setiap hari," tambah Koordinator Wellbeing untuk Early Years & Primary BINUS SCHOOL Serpong, Rosemarie Mercado.

Dukungan Wellbeing Dibangun dalam Keseharian

Binus School
© 2026 https://www.diadona.id

R U OK? Day merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh melalui Wellbeing Programme yang diterapkan BINUS SCHOOL Serpong mulai dari jenjang paling dini hingga menengah.

Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan wellbeing siswa secara menyeluruh dengan bentuk pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Pendekatan yang digunakan mencakup Positive Behavioural Interventions and Supports (PBIS) yang berfokus pada penguatan perilaku positif, hubungan sehat, dan dukungan restoratif.

Sekolah juga menerapkan Multi-Tiered System of Support (MTSS) untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan siswa sejak awal serta memberikan dukungan yang lebih terarah dan personal.

Dukungan tersebut turut diperkuat melalui Wellbeing Centre, ruang yang menyediakan bimbingan, konseling, serta dukungan profesional bagi siswa.

Para School Counselor juga tidak hanya menunggu siswa datang ke ruang konseling. Mereka turut mengamati siswa secara langsung di kelas untuk mengenali kebutuhan sejak dini dan melakukan check-in secara berkala kepada seluruh siswa.

BINUS SCHOOL Serpong menerapkan rasio satu School Counselor untuk 150 siswa. Para konselor mendampingi siswa dalam menghadapi berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan akademik maupun nonakademik. Dengan pendekatan ini, dukungan wellbeing diharapkan tidak hanya hadir ketika siswa menghadapi masalah, tetapi menjadi bagian dari budaya dan keseharian sekolah.

Ada Listening Corner untuk Saling Mendengarkan

Binus School
© 2026 https://www.diadona.id

Berbagai aktivitas juga hadir di sejumlah area sekolah selama R U OK? Day. Salah satunya adalah Student Lounge yang diubah menjadi Listening Corner.

Area tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk bercerita dan didengarkan. Listening Corner dikelola oleh siswa yang tergabung dalam Club Buddy dan Mindspace.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, BINUS SCHOOL Serpong ingin membangun kebiasaan sederhana yang dapat terus dilakukan setelah peringatan R U OK? Day berakhir.

"Kami sedang membangun budaya di lingkungan sekolah agar kebiasaan saling menanyakan kabar dan saling mendengarkan dapat terus hidup di kelas, di koridor, dan dalam keseharian seluruh komunitas sekolah," tutur Inez.

Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya bisa berawal dari satu pertanyaan sederhana: "R U OK?"

Beri Komentar