Rosita Istiawan Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026, Pulihkan Hutan Megamendung Selama Lebih Dari 25 Tahun

Reporter : Kojiro Hyu
Sabtu, 12 September 2026 10:07
Rosita Istiawan Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026, Pulihkan Hutan Megamendung Selama Lebih Dari 25 Tahun
Rosita Istiawan Menunjukkan Bahwa Konservasi Lingkungan Dapat Berjalan Bersama Pemberdayaan Masyarakat.

Rosita Istiawan menerima Apresiasi Perempuan Berpengaruh (APB) 2026 untuk kategori Social Impact for Forest Conservation & Community Resilience. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensinya dalam memulihkan lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

APB 2026 merupakan bagian dari rangkaian Sraya Nusa The Opening Chapter yang digelar pada 11 hingga 13 September 2026 di Lippo Mall Nusantara Semanggi, Jakarta Selatan.

Selama lebih dari 25 tahun, Rosita Istiawan mendedikasikan dirinya untuk memulihkan lahan kritis di kawasan Megamendung, Bogor. Upaya tersebut secara perlahan mengubah kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan menjadi ekosistem yang kini menaungi puluhan ribu pohon.

Pemulihan tersebut juga membawa kembali sumber kehidupan di kawasan hutan. Mata air kembali hadir, begitu pula dengan kehidupan berbagai satwa yang sebelumnya terdampak kondisi lingkungan.

Konservasi Bersama Masyarakat

Bagi Rosita, upaya menjaga hutan tidak berhenti pada menanam pohon. Masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam proses pembibitan dan perawatan tanaman.

Perempuan di lingkungan sekitar juga mendapatkan ruang untuk terlibat dalam proses tersebut. Keterlibatan ini memperlihatkan bagaimana upaya konservasi dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan komunitas.

Melalui pendekatan tersebut, pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi berkembang menjadi upaya bersama yang melibatkan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Konservasi pun menjadi bagian dari proses membangun ketahanan komunitas. Ketika masyarakat ikut terlibat dalam menjaga lingkungan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh ekosistem, tetapi juga oleh orang-orang yang hidup di sekitarnya.

Hutan Megamendung Menjadi Ruang Belajar

Upaya panjang tersebut kini menghadirkan manfaat yang lebih luas. Hutan Megamendung tidak hanya menjadi kawasan yang kembali memiliki kehidupan, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar bagi pelajar dan peneliti.

Kawasan tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lingkungan secara lebih dekat, sekaligus menjadi ruang bagi penelitian yang berkaitan dengan ekosistem dan konservasi.

Dengan demikian, pemulihan yang dilakukan selama lebih dari dua dekade tidak berhenti pada hasil yang terlihat hari ini. Hutan yang tumbuh kembali menjadi warisan hidup yang dapat terus dipelajari dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Melalui perjalanan tersebut, Rosita Istiawan menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. Menjaga hutan bukan hanya tentang memulihkan pohon dan ekosistem, tetapi juga menciptakan ruang bagi komunitas untuk ikut tumbuh dan membangun ketahanan bersama.

Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 kategori Social Impact for Forest Conservation & Community Resilience menjadi bentuk penghargaan atas perjalanan panjang tersebut, sekaligus menyoroti kontribusi perempuan dalam menjaga lingkungan dan membangun dampak yang dapat dirasakan lintas generasi.

Beri Komentar