Macam-Macam Jenis Kain untuk Pemakaian Masker, Optimalkan Perlindungan Diri Selama Pandemi

Reporter : Zaki
Sabtu, 17 Oktober 2020 15:14
Macam-Macam Jenis Kain untuk Pemakaian Masker, Optimalkan Perlindungan Diri Selama Pandemi
Apa aja macam-macam jenis kain untuk masker?

Kini, masker jadi item wajib dipakai saat harus meninggalkan rumah untuk bekerja, sekolah maupun berbelanja kebutuhan sehari-hari. Jangan hanya dijadikan alasan untuk terhindar dari razia petugas, tapi sadari kalau kebiasaan sederhana ini jadi ikhtiar buat menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarmu.

Tak perlu menimbun masker bedah yang lebih dibutuhkan oleh tenaga medis, mending beralih ke masker kain yang kini banyak dijual atau bahkan bisa dibuat sendiri. Tapi jangan hanya memilih berdasar warna atau motifnya, pilih macam-macam jenis kain terbaik yang dapat melindungi dari penyebaran virus namun tetap nyaman dipakai.

1 dari 9 halaman

Cara Kerja

© shutterstock

Walau sudah banyak yang mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, tak sedikit yang masih mempertanyakan kegunaannya dalam menghentikan penyebaran virus. Pasalnya, kain yang terlihat berlubang tentunya akan mudah dilewati oleh virus yang berdiameter 0,1 mikrometer atau seperseribu millimeter.

Menurut para ahli, droplet pembawa virus yang keluar saat berbicara, makan, batuk maupun bersin memiliki partikel yang ukurannya lebih besar, kurang lebih 5 mikrometer, yang dapat tertahan saat mengenakan masker. Selain penggunaan masker yang tepat dengan menutup area hidung dan mulut dengan rapat, kerapatan benang dari macam-macam jenis kain terbukti efektif menghambat droplet.

2 dari 9 halaman

Hindari Bahan Scuba dan Buff

© shutterstock

Mengenakan masker apa pun memang lebih baik dari nggak memakai sama sekali. Bahkan, menurut situs cnet, menggunakan masker dengan tepat dapat mengurangi risiko paparan virus sebesar 24 hingga 94%, tergantung pada jenis masker dan durasi paparan.

Namun, kini ada beberapa tempat umum seperti mall maupun tranposrtasi umum yang melarang penggunaan masker berbahan scuba dan buff. Dari penelitian yang dilakukan Duke University, Belanda, kedua bahan ini terbukti memiliki efektivitas paling rendah dibanding macam-macam jenis kain lainnya.

Selain hanya mampu menahan 0-5% partikel berukuran kecil, masker berbahan scuba hanya terdiri dari satu lapis saja. Begitu juga dengan buff yang justru memecah droplet menjadi partikel berukuran lebih kecil, sehingga mudah tersebar di udara dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarmu.

3 dari 9 halaman

Katun jadi Pilihan Terbaik

© shutterstock

Saat memilih masker, para ahli menyarankan untuk fokus pada macam-macam jenis kain, fit pada wajah dan kemampuan bernafas. Dari 25 penelitian yang berbeda, kain katun dianggap cukup baik menahan partikel virus berkat kerapatan benang yang mencapai 100 benang per inci. Selain itu, serat alami pada katun memiliki struktur 3D yang menciptakan lebih banyak penghalang untuk menghentikan masuknya partikel, ketimbang serat sintetis yang lebih halus.

Sebenarnya, denim memiliki jumlah benang yang lebih banyak, yaitu 120 per inci dan dapat menyaring 90 persen partikel besar serta 24-29 persen partikel kecil. Namun, masker berbahan denim membuat pemakainya sulit bernafas, apalagi setelah dipakai dalam waktu lama. Begitu juga kanvas dengan ketebalan 0,4-0,5 milimeter, yang mampu menyaring 84 persen partikel besar dan 19 persen partikel kecil. Kurang nyaman saat mengenakan masker berbahan kain ini justru meningkatkan risiko paparan virus, karena pemakainya terus-menerus melepasnya.

4 dari 9 halaman

Polyester

© shutterstock

Di antara macam-macam jenis kain, polyester juga dianggap paling efektif dalam menyaring partikel di udara. Meskipun terbuat dari serat-serat sintetis, polyester 100% ternyata bekerja dengan baik dalam menjalani uji filtrasi yang dilakukan oleh American Chemical Society.

Memiliki harga yang lebih terjangkau, kamu bisa meningkatkan perlindungan dari penyebaran droplet dengan menggunakan masker multi layer. Misalnya satu lapis kain 90% polyester dengan 10% spandex yang nyaman atau kain 65% katun dan 35% campuran polyester.

5 dari 9 halaman

Nilon

© shutterstock

Banyak penelitian dilakukan untuk mencari macam-macam jenis kain yang dapat dimanfaatkan sebagai masker. Situs Smartairfilters telah mengunggah hasil uji 30 jenis kain termasuk filter kopi, kain lap dapur hingga kanvas.

Hasilnya, nilon 70D cukup efektif menahan 77 persen partikel besar dan 12 partikel kecil, namun pengguna masih dapat bernafas dengan leluasa. Berbeda dengan bahan nilon 40D yang punya tingkat perlindungan lebih tinggi, tapi kurang nyaman dikenakan sebagai masker sehari-hari.

6 dari 9 halaman

Kombinasi Katun dan Sutra atau Sifon

© shutterstock

Menggunakan masker yang terdiri dari tiga lapis katun 100 persen memang dianggap terbaik bagi aktivitas sehari-hari. Tapi harganya yang cukup mahal membuatmu kesulitan mendapatkannya. Alternatifnya, kombinasikan satu lapis kain katun dan dua lapisan sifon polyester atau spandex.

Cara ini dapat menyaring partikel di udara hingga 80-99 persen, bahkan mendekati efektivitas dari masker N95. Bisa juga mengganti sifon dengan sutra alami atau kain flannel, yang akan memberikan hasil yang kurang lebih sama.

7 dari 9 halaman

Polypropylene

© shutterstock

Polypropylene mungkin lebih ngetop dengan sebutan spunbond. Bukan sebagai bahan pembuat masker, kain yang berasal dari plastik ini dipakai sebagai filter yang disisipkan di antara lapisan masker. Dibanding macam-macam jenis kain lainnya, menyisipkan dua lapisan polypropylene dapat meningkatkan efektivitas masker katun dua lapis hingga dua kali lipat.

Rekomendasi ini berasal dari penelitian May Chu, ahli epidemiologi di Colorado School of Public Health. Polypropylene sendiri juga punya muatan elektrostatis yang dapat memerangkap partikel, sehingga nggak sampai terhirup oleh pemakai masker.

Uniknya meskipun hilang saat masker dicuci, muatan elektrostatis pada filter masker tersebut dapat kembali saat disetrika atau digosok dengan sarung tangan plastik selama 20 detik. Jika kesulitan mendapatkan spunbond, ganti dengan dua lembar tisu yang dilipat untuk memberi perlindungan yang memadai dari kontaminasi virus.

8 dari 9 halaman

Semakin Banyak Lapisan Semakin Bagus

© shutterstock

Selain cermat memilih macam-macam jenis kain, gunakan masker yang terdiri dari beberapa lapisan sehingga lebih aman menahan droplet. Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 misalnya menyarankan masker kain dengan minimal 3 lapis kain, mengingat setiap kain punya ketebalan dan kerapatan struktur serat kain yang berbeda. Ada juga masker yang dilengkapi dengan kantong di bagian dalamnya, untuk memasukkan filter atau lipatan tisu yang bikin penggunaan masker makin aman dan nyaman.

9 dari 9 halaman

Pastikan Masker Kain Cukup Lebar

© shutterstock

Selain terbuat dari macam-macam jenis kain, masker kain kini diproduksi dengan berbagai model. Masker yang pas akan menutupi pangkal hidung, sebagian besar pipi dan dagu tanpa celah. Setiap orang memiliki bentuk wajah yang berbeda, jadi ada baiknya mencoba beberapa desain berbeda sebelum menemukan masker kain yang pas dan nyaman.

Pastikan juga masker terpasang erat bahkan saat berbicara, sehingga nggak terus-menerus menyentuhnya untuk menyesuaikan posisinya kembali. Masker dengan strip hidung berbahan logam yang bisa ditekuk dapat membantu menahan masker di tempatnya dengan rapat, sekaligus membantu mencegah kacamata jadi berkabut.

Cermat memilih macam-macam jenis kain untuk masker dan penggunaannya yang tepat memang dapat mengurangi risiko paparan virus, tapi juga harus dibarengi dengan protokol kesehatan lainnya. Mulai dari jaga jarak, lebih banyak tinggal di rumah dan sering mencuci tangan dengan sabun. (eth)

Beri Komentar