© Stuff.co.nz
Seorang pria tega membunuh anak tirinya karena sering menangis. Ia membunuh bocah tersebut dengan cara menggigit telinganya.
Kejadian tersebut terjadi di Pekanbaru. Hal ini juga telah dibenarkan oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya.
Ia mengatakan bahwa pelaku bernama Lucky Oktawiranda (25), sedangkan korban bernama Muhammad Yahya yang masih berusia tiga tahun. Mereka tinggal di Perumnas Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.
" Pembunuhan itu dilakukan pada Minggu pagi. Jasad korban ditemukan di semak belukar tak jauh dari rumah orang tuanya," kata Nandang kepada awak media.
ilustrasi anak stres © checkupnewsroom.com
Pembunuhan tersebut terungkap ketika ibu kandung korban pulang dan mendapati anak semata wayangnya tidak ada di rumah. Ibu korban bertanya kepada pelaku, namun jawabannya selalu berkelit kalau bocah tersebut hilang.
Warga sekitar pun ikut mencari korban kesana kemari. Namun, paman korban menaruh kecurigaan kepada ayah tiri korban. Maka dari itu ia memanggil polisi.
Bersama dengan polisi, mereka menginterogasi pelaku yang akhirnya mengaku telah membunuh Muhammad Yahya.
Pelaku tidak hanya menggigit telinga korban. Ia juga dengan sadis memukul perut serta membantingnya di kamar mandi hingga korban tewas.
Polisi masih terus mendalami kasus ini. Yang jelas pelaku akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.
Kok bisa sih setega itu sama anak kecil. Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya.
AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia
Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia
XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet
SARGA.co Raih The Sraya Recognition Untuk Social Impact, Dorong Peran Perempuan Di Pacuan Kuda


AI Kini Jadi Pedoman Kecantikan Baru Berdasarkan Studi Maverick Indonesia

Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026, Usung Rebranding Gen Z

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi untuk Perempuan Indonesia

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet