Marshel Widianto Minta Maaf Usai Unggah Video “Kita Semua Bersaudara”, Netizen: Buzzer 150 Juta?
Marshel Widianto Minta Maaf Usai Unggah Video “Kita Semua Bersaudara” | Foto: Instagram @marshel_widianto
Reporter : Abidah Ardelia
Marshel minta maaf karena sempat mengunggah video "kita semua bersaudara" yang dinilai mirip dengan kampanye buzzer pemerintah.
Nama Marshel Widianto mendadak jadi buah bibir setelah unggahannya di Instagram menuai kontroversi.
Komika ini sempat membagikan sebuah video yang penuh ajakan persaudaraan, menekankan kalau masyarakat jangan mudah terprovokasi dan mengingatkan bahwa kita semua adalah saudara sebangsa.
Unggahan Marshel Widianto yang sempat menimbulkan kontroversi | Foto: X/@Haraaenaa, dari Instagram @marshel_widianto
“Teman2 kuhh gw cuma mau bilang kalo KITA SEMUA SAUDARA 🥺 Bukan dua pihak yang berbeda, kita sama-sama warga negara Indonesia. Ayooo saling mendukung dan menjaga. Semoga ini semua yang terjadi segera membaik dan segera cepat pulih
Untuk teman2 ku yang sedang mengutarakan aspirasi untuk Indonesia yang lebih baik lagi .. Tolong teman2 kuh jangan mau di provokasi🥺🙏
Sekali lagi…
KITA SEMUA BERSAUDARA🥺🥺
Dari hati yang paling dalam Selamat Jalan Affan Kurniawan 🤍🤍 dan lekas pulih Indonesia kuh tercinta.”
Meski bernada ajakan damai, unggahan itu justru menimbulkan kecurigaan sebagian warganet, terlebih karena situasi publik sedang sensitif usai kabar duka mengenai Affan Kurniawan, pengemudi ojol dilindas ranti Brimob.
Jerome Polin Spill Tawaran Buzzer Rp150 Juta
Tak lama setelah video Marshel tayang, Jerome memposting bukti tawaran jadi buzzer dengan bayaran fantastis, yaitu mencapai Rp150 juta untuk sekali unggah.
Tawaran itu persis mengarahkan influencer untuk menyebarkan narasi damai dengan aturan seragam, lengkap dengan penggunaan tagar dan larangan memakai kata negatif.
Jerome cerita ditawari menjadi buzzer Rp150 juta per posting | Foto: Instagram @jeromepolin
Dalam unggahannya, Jerome menulis gamblang:
“Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta💔🥲 1 post kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan. Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware.
Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri ☹️ Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong.”
Sikap Jerome yang menolak tawaran itu langsung mendapat banyak dukungan. Publik memujinya karena berani menolak uang besar demi transparansi.
Netizen kepada Marshel: Buzzer 150 Juta?
Setelah spill Jerome viral, unggahan Marshel terkait ajakan damai tadi pun diduga merupakan bagian dari kampanye berbayar yang dibocorkan Jerome.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar di Instagram Marshel langsung dibanjiri hujatan. Ada yang menulis, “Buzzer 150jt cuyyyyyy,” ada juga yang menyindir, “Selamat jalan harga diri anda👏.”
Komentar lain tak kalah pedas: “Gila ya tega bener duit pajakku buat bayar buzzer 😂😂😂,” hingga sindiran, “Cairr nih cel 150jt pinjem 100 lah.”
Bahkan ada pula komentar yang frontal, “SELAMAT JALAN JUGA HARGA DIRI LO… SEKARANG UDAH CAIR DUIT RAKYAT YG 150JT ITU?”
Marshel Take Down & Klarifikasi
Di tengah derasnya kritik, Marshel akhirnya menghapus videonya dan mengunggah permintaan maaf terbuka.
Marshel Widianto klarifikasi soal unggahan ajakan damainya | Foto: Instagram @marshel_widianto
Lewat akun Instagram-nya, ia menuliskan:
“Teman-teman saya secara pribadi meminta maaf atas video sebelumnya di IG saya. Saya salah karena tidak berpikir panjang sebelum menaikan video itu memang bodoh saya.. Saya sama sekali tidak di bayar dan video tersebut pun sudah saya take down. Memang bodoh saya dan tolol. Silahkan maki saya sepuasnya saya terima konsekuensi atas kebodohan saya 🙏🏿 🙏🏿 🙏🏿 .”
Marshel menegaskan dirinya tidak menerima bayaran sepeserpun. Namun, ia mengaku lalai karena tidak memikirkan dampak ketika memposting konten tersebut.
Kontras Dua Figur Publik
Sementara itu, publik menyoroti perbedaan sikap antara Jerome dan Marshel. Jerome memilih menolak tawaran, bahkan mengingatkan masyarakat, “Jangan lengah, jangan terpecah belah, kawal terus.”
Sebaliknya, Marshel justru sempat mengunggah video dengan narasi damai yang sejalan dengan kampanye pemerintah Ajakan Damai Indonesia.
Kasus ini jadi pengingat bahwa seorang publik figur perlu ekstra berhati-hati sebelum membagikan sesuatu di media sosial, apalagi di tengah suasana politik yang sedang panas, karena apa yang mereka unggah bisa berdampak besar ke khalayak luas
Bagaimana menurutmu, apakah permintaan maaf Marshel cukup untuk meredakan kekecewaan publik?